Pesanan Barang Tahan Lama AS Turun 1,4% menjadi US$315,5 miliar pada Februari, di Bawah Perkiraan setelah Penurunan pada Januari

    by VT Markets
    /
    Apr 7, 2026

    Pesanan barang tahan lama (durable goods) di AS turun 1,4% atau US$4,4 miliar menjadi US$315,5 miliar pada Februari, menurut Biro Sensus AS. Ini menyusul penurunan 0,5% pada Januari dan lebih lemah dari perkiraan penurunan 0,5%.

    Di luar transportasi, pesanan baru naik 0,8%. Di luar pertahanan, pesanan baru turun 1,2%.

    Sektor Transportasi Menjadi Pendorong Penurunan Februari

    Peralatan transportasi turun US$6,1 miliar atau 5,4% menjadi US$106,1 miliar, dan telah turun dalam empat dari lima bulan terakhir. Penurunan ini menjadi penyebab utama turunnya total pesanan barang tahan lama.

    Setelah rilis data, Dolar AS nyaris tidak berubah. Indeks Dolar AS (USD Index), yaitu ukuran kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama, sedikit turun ke 99,92 pada saat laporan ini dibuat.

    Kami mengingat data serupa pada awal 2025, ketika penurunan 1,4% pada pesanan barang tahan lama memberi sinyal perlambatan manufaktur (kegiatan pabrik). Kini polanya muncul lagi, dengan laporan terbaru Maret 2026 menunjukkan penurunan 1,2%, mengecewakan analis yang memperkirakan kenaikan kecil. Pola ini menegaskan tren perlambatan yang terbentuk dalam beberapa bulan terakhir.

    Kelemahan ini makin mengkhawatirkan karena terjadi saat laporan terbaru Indeks Harga Konsumen (CPI), yaitu ukuran inflasi berdasarkan perubahan harga barang dan jasa yang dibayar rumah tangga, menunjukkan inflasi masih bertahan di 3,1%. Ini membuat Federal Reserve (bank sentral AS) menghadapi pilihan sulit menjelang rapat berikutnya, sehingga arah suku bunga menjadi jauh kurang jelas dibanding awal tahun. Ketidakpastian ini diperkirakan akan menggerakkan pasar dalam beberapa pekan ke depan.

    Volatilitas Naik Saat Pasar Menilai Ulang Risiko

    Akibatnya, volatilitas tersirat (implied volatility), yaitu perkiraan pasar terhadap besarnya pergerakan harga ke depan yang tercermin dari harga opsi, mulai meningkat. Indeks VIX, yang sering disebut “indeks ketakutan” karena mengukur perkiraan gejolak pasar saham AS, naik dari kisaran 14 ke sekitar 18 hanya dalam sepuluh hari perdagangan terakhir. Ini menandakan pasar memperhitungkan kemungkinan pergerakan harga yang lebih besar dalam waktu dekat. Bagi pemegang posisi saham besar, ini menjadi sinyal untuk mempertimbangkan perlindungan dari penurunan (downside protection), yaitu strategi untuk membatasi kerugian jika harga turun.

    Melihat kembali laporan 2025, sektor transportasi menjadi sumber utama pelemahan, dan tren ini kembali terlihat pada aktivitas industri saat ini. Karena itu, kami mempertimbangkan membeli opsi jual (put options), yaitu kontrak yang memberi hak untuk menjual aset pada harga tertentu, pada ETF sektor industri. ETF (exchange-traded fund) adalah reksa dana yang diperdagangkan seperti saham di bursa. Strategi ini berfungsi sebagai lindung nilai (hedge), yaitu upaya mengurangi risiko jika pelemahan berlanjut, sambil membatasi dana yang dipertaruhkan.

    Inti utamanya, data ekonomi menjadi kurang konsisten sehingga pasar lebih mudah bergejolak dibanding tahun lalu. Kondisi ini lebih cocok untuk strategi yang bisa diuntungkan dari volatilitas yang meningkat, seperti straddle pada indeks utama, yaitu strategi opsi dengan membeli opsi beli (call) dan opsi jual (put) pada harga dan jatuh tempo yang sama, ketimbang sekadar bertaruh pada satu arah pergerakan harga.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code