Leow dari DBS Research mengatakan emas tetap stabil, sementara tajuk geopolitik membuat risiko tetap condong ke kenaikan

    by VT Markets
    /
    Apr 7, 2026

    Emas relatif stabil di tengah berita geopolitik yang beragam, termasuk laporan potensi gencatan senjata 45 hari dan ancaman baru terkait rencana pembukaan kembali Selat Hormuz. Logam mulia ini disebut sedang berada dalam fase koreksi (penurunan sementara setelah kenaikan untuk menyesuaikan harga).

    Imbal hasil riil (real yield, yaitu imbal hasil setelah memperhitungkan inflasi) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang bertahan di sekitar 2% menekan emas dan membatasi pemulihan. Tidak adanya tanda penurunan ketegangan yang jelas di Timur Tengah menambah ketidakpastian.

    Dalam jangka dekat, emas diperkirakan bergerak dalam kisaran USD 4.500-5.000. Arah harga diperkirakan bergantung pada perkembangan geopolitik lanjutan dan potensi pelemahan dolar AS.

    Peluang tembus (breakout, yaitu harga menembus kuat di atas/di bawah kisaran) dipandang bergantung pada perubahan situasi geopolitik, turunnya imbal hasil riil, atau pelemahan dolar yang berlanjut. Jika tidak, kenaikan diperkirakan tetap terbatas.

    Emas terlihat bergerak datar (holding pattern, yaitu tidak punya tren yang jelas), terjepit antara risiko geopolitik yang mendukung dan tekanan kuat dari tingginya imbal hasil riil AS. Dengan imbal hasil riil AS 10 tahun yang bertahan di sekitar 1,95% pada awal April 2026, kenaikan harga yang besar tertahan. Ini menciptakan kondisi range-bound (bergerak dalam kisaran), sehingga emas cenderung bergerak menyamping.

    Dinamika serupa terjadi pada 2025, ketika laporan yang saling bertentangan tentang gencatan senjata dan ancaman di Selat Hormuz membuat emas tertahan. Bahkan saat itu, faktor utama yang menahan kenaikan adalah kuatnya imbal hasil riil. Pola ini memperkuat pandangan bahwa imbal hasil masih menjadi hambatan utama bagi pihak yang berharap harga emas naik (bulls).

    Dengan pandangan ini, menjual opsi put out-of-the-money (opsi jual dengan harga kesepakatan/strike di bawah harga pasar saat ini) dekat bagian bawah kisaran USD 4.500-5.000 dapat menjadi strategi untuk mengantongi premi (premium, yaitu uang yang diterima penjual opsi). Strategi ini diuntungkan oleh kondisi saat ini karena volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan gejolak harga yang tercermin dalam harga opsi) pada opsi emas baru-baru ini turun ke level terendah tiga bulan di 16%. Strategi ini bertumpu pada asumsi bahwa dukungan harga yang kuat akan menahan penurunan tajam.

    Untuk memanfaatkan kecenderungan potensi kenaikan (upside skew, yaitu pasar opsi lebih “mahal” untuk sisi yang mengantisipasi kenaikan), trader dapat mempertimbangkan bull call spread. Ini adalah strategi opsi dengan risiko terbatas: membeli opsi call (hak membeli) pada strike tertentu dan sekaligus menjual call pada strike yang lebih tinggi untuk menekan biaya. Strategi ini memungkinkan ikut menikmati potensi breakout, yang kemungkinan dipicu oleh melemahnya dolar AS dari level indeks 106 saat ini atau eskalasi geopolitik baru. Pasar opsi menunjukkan skew call-put enam bulan masih positif, yang menandakan bias untuk eksposur kenaikan dalam jangka menengah.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code