Neraca harga rumah RICS Inggris di bawah perkiraan pada -23%, dibandingkan ekspektasi -18%

    by VT Markets
    /
    Apr 10, 2026

    Data survei perumahan Inggris dari RICS menunjukkan **saldo harga rumah** sebesar **-23%** pada Maret. Angka ini lebih rendah dari perkiraan **-18%**.

    Saldo negatif berarti lebih banyak responden survei melaporkan **harga turun** dibanding **harga naik**. Hasil ini menunjukkan **tren kenaikan harga** pada Maret lebih lemah dari perkiraan.

    Data Perumahan Inggris Mengisyaratkan Perlambatan Lebih Cepat

    Data harga rumah Maret jauh lebih lemah dari perkiraan, turun ke **-23** dari estimasi **-18**. Ini menjadi sinyal kuat bahwa ekonomi Inggris melambat lebih cepat dari yang diperkirakan. Kondisi ini dapat menambah tekanan pada **Bank of England (bank sentral Inggris)** untuk lebih cepat beralih ke **pemangkasan suku bunga** (menurunkan suku bunga acuan).

    Dalam beberapa pekan ke depan, **Poundsterling** berpotensi melemah terhadap **dolar AS** dan **euro**. Data terbaru dari **Office for National Statistics (ONS, badan statistik nasional Inggris)** menunjukkan inflasi Inggris bertahan di **2,9%**, namun laporan perumahan ini bisa lebih memengaruhi pasar sehingga isu pemangkasan suku bunga menjadi pendorong utama. Karena itu, membeli **opsi put** (kontrak yang memberi hak untuk menjual di harga tertentu, biasanya dipakai untuk mengambil posisi saat harga diperkirakan turun) pada **GBP/USD** dengan jatuh tempo Juni dapat menjadi strategi untuk memanfaatkan potensi penurunan tersebut.

    Sentimen negatif di perumahan juga berdampak pada saham Inggris, terutama perusahaan yang fokus di pasar domestik dalam indeks **FTSE 250** (indeks saham berisi 250 perusahaan besar di Bursa London, di luar FTSE 100). Kami memperkirakan saham sektor konstruksi dan perbankan akan tertinggal. Pada opsi saham pengembang perumahan besar, **volatilitas tersirat** (perkiraan gejolak harga ke depan yang dihitung dari harga opsi) sudah naik **15%** pagi ini, menandakan pasar cepat menilai risiko baru ini.

    Secara historis, pelemahan ini terasa lebih berat dibanding perlambatan singkat pada kuartal III 2025. Saat itu, pasar sempat pulih karena harapan **soft landing** (ekonomi melambat tanpa masuk resesi). Namun data ini menunjukkan dampak kenaikan suku bunga pada 2024–2025 masih terus merembes ke ekonomi. Ini meningkatkan peluang **volatilitas pasar** (naik-turun harga aset yang lebih besar dari biasanya) tetap tinggi dalam sebulan ke depan.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code