USD/CAD diperdagangkan sedikit lebih tinggi di dekat 1,3850 pada sesi Eropa Kamis, setelah turun tiga hari berturut-turut. Pergerakan ini terjadi saat Dolar AS menguat di tengah keraguan soal gencatan senjata AS-Iran yang diumumkan Rabu dini hari.
Indeks Dolar AS (DXY)—tolok ukur kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama—naik 0,1% di dekat 99,10. Perhatian pasar beralih ke laporan serangan Israel yang masih berlanjut terhadap Houthi yang didukung Iran di Lebanon, serta klaim Ketua Parlemen dan negosiator Iran Mohammad Bagher Qalibaf bahwa AS melanggar tiga klausul dari proposal 10 poin.
Keraguan Gencatan Senjata Angkat Dolar
Iran mengatakan akan mengirim tim ke Pakistan pada Kamis malam untuk putaran pertama pembicaraan dengan AS. Data ketenagakerjaan Kanada untuk Maret dijadwalkan rilis pada Jumat.
Secara teknikal, USD/CAD bertahan di atas EMA 20 hari (rata-rata pergerakan eksponensial 20 hari, indikator tren yang memberi bobot lebih besar pada harga terbaru) di 1,3827. RSI (Relative Strength Index, indikator momentum untuk melihat kondisi overbought/oversold) berada di sekitar 57, dengan support (area penahan penurunan) di 1,3827, lalu 1,3750, dan area potensi uji ulang (retest) di dekat 1,3950.
Net Change in Employment dari Statistics Canada mengukur perubahan jumlah orang yang bekerja. Dalam pembacaan pasar, angka yang lebih kuat sering dikaitkan dengan penguatan Dolar Kanada, sementara angka yang lemah dapat menekannya.
Dengan USD/CAD bertahan di sekitar 1,3850, pasar tertahan di antara dua faktor utama. Ketidakpastian seputar pembicaraan damai AS-Iran menopang Dolar AS sebagai safe haven (aset “tempat berlindung” saat risiko naik). Namun, data ketenagakerjaan Kanada besok bisa mengubah arah pergerakan dan menguatkan loonie (sebutan untuk Dolar Kanada).
Strategi Opsi untuk Volatilitas yang Meningkat
Kami menyiapkan posisi untuk pergerakan besar setelah laporan pekerjaan Jumat. Kami mencatat reaksi pasar pada awal 2025 saat pekerjaan melonjak tak terduga lebih dari 100.000, memicu reli tajam Dolar Kanada. Dengan proyeksi ekonom hanya kenaikan 18.000 untuk Maret, angka yang jauh lebih tinggi bisa membuat USD/CAD jatuh menuju support 1,3750.
Sebaliknya, situasi geopolitik tetap menjadi pendorong utama penguatan Dolar AS. Jika negosiasi di Pakistan gagal, kami memperkirakan arus flight to safety (perpindahan dana ke aset aman) yang dapat mendorong USD/CAD menguji ulang puncak terbaru di sekitar 1,3950. Pola ini terlihat pada 2025 saat ketegangan Selat Hormuz, ketika DXY melonjak lebih dari 1,5% dalam sepekan.
Harga minyak WTI (West Texas Intermediate, patokan harga minyak AS) yang saat ini diperdagangkan sekitar US$86 per barel menambah kerumitan. Eskalasi di Timur Tengah kemungkinan mendorong harga minyak naik, yang biasanya mendukung Dolar Kanada. Ini menciptakan sinyal yang saling bertentangan: permintaan safe haven untuk USD berhadapan langsung dengan penguatan CAD dari kenaikan harga minyak.
Dengan kondisi ini, kami melihat opsi (kontrak yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk membeli/menjual pada harga tertentu) untuk memanfaatkan perkiraan kenaikan volatilitas (besar-kecilnya ayunan harga). Membeli call option USD/CAD (hak membeli) dengan strike price (harga kesepakatan) di atas 1,3900 menjadi cara sederhana untuk mengambil untung jika pembicaraan gencatan senjata memburuk. Alternatifnya, put option (hak menjual) dengan strike di bawah 1,3800 dapat digunakan untuk memanfaatkan data pekerjaan Kanada yang jauh lebih kuat dari perkiraan.
Bagi yang memperkirakan pergerakan tajam tetapi belum yakin arahnya, strategi long straddle (membeli call dan put sekaligus pada strike yang sama) dapat dipertimbangkan, agar berpotensi untung jika harga bergerak besar ke salah satu arah. Implied volatility (perkiraan volatilitas yang tercermin dalam harga opsi) pada opsi USD/CAD sudah naik 4% minggu ini, menandakan pasar bersiap menghadapi pergerakan besar.