Imbal hasil AS turun seiring melemahnya pasar tenaga kerja, sementara inflasi PCE yang masih kaku menekan DXY ke dekat 98,80

    by VT Markets
    /
    Apr 10, 2026

    Indeks Dolar AS (DXY) turun ke sekitar 98,80 setelah laporan PCE AS (Personal Consumption Expenditures, ukuran inflasi pilihan bank sentral AS) menunjukkan inflasi masih sulit turun, sehingga The Fed tetap hati-hati. Data klaim awal tunjangan pengangguran (Initial Jobless Claims, jumlah pengajuan baru bantuan pengangguran mingguan) yang lebih tinggi dari perkiraan serta imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS yang lebih rendah menambah tekanan pada dolar.

    Berita geopolitik sedikit lebih tenang setelah seorang pejabat Israel mengatakan operasi di Lebanon bisa segera berkurang karena tekanan AS, dan Israel memberi sinyal pembicaraan langsung dengan Lebanon soal pelucutan senjata Hezbollah. Aktivitas militer masih berlanjut dan risiko kawasan tetap tinggi.

    Major Fx Moves And Market Tone

    EUR/USD naik mendekati 1,1700 seiring turunnya yield AS dan sentimen risiko agak membaik, sementara GBP/USD pulih ke dekat 1,3430 saat dolar melemah. USD/JPY bertahan di sekitar 159,00 karena turunnya yield mengurangi daya tarik strategi carry trade (meminjam mata uang berbunga rendah untuk membeli aset/mata uang berbunga lebih tinggi). AUD/USD naik tipis ke dekat 0,7080.

    Minyak WTI tetap tinggi namun mulai stabil karena kekhawatiran gangguan pasokan dalam waktu dekat mereda, meski konflik Timur Tengah secara umum masih menopang harga. Emas bertahan di sekitar $4.771, didukung dolar yang lebih lemah, yield yang turun, dan risiko geopolitik.

    Data Jumat, 10 April mencakup HICP Jerman (Harmonised Index of Consumer Prices, ukuran inflasi versi standar Uni Eropa), data tenaga kerja Kanada, CPI AS (Consumer Price Index, indeks harga konsumen), pesanan pabrik AS (factory orders), Indeks Konsumen Michigan AS, ekspektasi inflasi 1 tahun dan 5 tahun dari University of Michigan, serta laporan anggaran bulanan AS.

    WTI adalah minyak mentah ringan dan rendah sulfur (light, sweet crude) dari AS yang dipatok lewat pusat pengiriman Cushing, dan menjadi salah satu dari tiga patokan utama bersama Brent dan Dubai. Harga dipengaruhi pasokan-permintaan, geopolitik, sanksi, keputusan OPEC (organisasi negara pengekspor minyak) dan OPEC+ (OPEC ditambah sekutunya seperti Rusia), dolar AS, serta data persediaan AS dari API (American Petroleum Institute, lembaga industri) dan EIA (Energy Information Administration, lembaga pemerintah). Data API dan EIA selisihnya kurang dari 1% sekitar 75% dari waktu.

    Fed Inflation Labor Market Tradeoffs

    Federal Reserve berada dalam posisi sulit, terjepit antara inflasi yang masih tinggi dan pasar tenaga kerja yang mulai melemah. Tren ini terlihat pada paruh kedua 2025, ketika inflasi inti (core inflation, inflasi tanpa komponen yang bergejolak seperti energi dan pangan) rata-rata tetap 3,1% sementara klaim pengangguran mingguan naik hingga mencapai level tertinggi 15 bulan di 245.000. Kondisi ini membuat arah suku bunga ke depan tidak jelas, sehingga mengambil posisi besar berdasarkan perkiraan arah The Fed menjadi berisiko dalam beberapa pekan ke depan.

    Dolar AS melemah seiring turunnya yield obligasi pemerintah AS, karena pasar mulai memasukkan peluang pemangkasan suku bunga lebih cepat. Pola ini mirip dengan pergerakan pada pertengahan 2024, ketika dolar melemah beberapa bulan setelah muncul tanda awal perlambatan ekonomi. Karena itu, pelaku pasar dapat mempertimbangkan posisi untuk pelemahan dolar terhadap mata uang yang didukung bank sentral yang lebih “hawkish” (cenderung menahan/menaikkan suku bunga demi menekan inflasi).

    Bagi pelaku pasar minyak, laporan potensi penurunan ketegangan Israel–Lebanon sementara membatasi kenaikan WTI, tetapi ketegangan kawasan yang lebih luas tetap menjadi penopang. Keputusan OPEC+ bulan lalu untuk mempertahankan pemangkasan produksi memperkuat penopang harga ini, sehingga minyak cenderung bergerak dalam kisaran sempit.

    Emas diuntungkan oleh premi risiko geopolitik dan turunnya yield AS, yang menurunkan biaya peluang (opportunity cost, potensi imbal hasil yang hilang) memegang aset tanpa kupon (non-yielding asset, aset yang tidak memberi bunga/imbal hasil berkala). Dengan yield obligasi AS tenor 10 tahun turun di bawah 4,0% pekan ini, dasar dukungan untuk emas tetap kuat.

    Arah pasar dalam waktu dekat akan ditentukan oleh kalender data ekonomi hari ini, dengan CPI AS dan data tenaga kerja Kanada menjadi rilis terpenting. Angka inflasi AS yang lebih panas dari perkiraan akan meragukan narasi pemangkasan suku bunga dan bisa memicu penguatan tajam dolar. Sebaliknya, laporan tenaga kerja Kanada yang lemah bisa membuka peluang untuk membeli USD/CAD (dolar AS terhadap dolar Kanada), terutama jika data AS juga kuat.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code