Emas menguat pada Kamis setelah pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tentang rencana pembicaraan dengan Lebanon, serta pelemahan Dolar AS (mata uang Amerika Serikat), ikut menopang permintaan. Harga bergerak naik mendekati level US$4.800.
Netanyahu mengatakan ingin melakukan pembicaraan langsung dengan Beirut, sehari setelah serangan Israel di Lebanon menewaskan lebih dari 300 orang. Ia menyebut pembicaraan akan berfokus pada pelucutan senjata Hezbollah dan pembentukan hubungan damai.
Pembicaraan Timur Tengah dan Risiko Pengiriman
AFP melaporkan Lebanon menginginkan gencatan senjata (penghentian tembak-menembak sementara) sebelum pembicaraan apa pun. Selat Hormuz tetap sebagian besar tertutup selama 24 jam pertama gencatan senjata AS-Iran selama dua minggu, dengan 5 kapal melintas dibanding sekitar 140 kapal per hari sebelum perang.
WTI (West Texas Intermediate, patokan harga minyak mentah AS) diperdagangkan di sekitar US$95,60, turun 0,13%, sementara Indeks Dolar AS (mengukur kekuatan Dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama) turun 0,30% ke 98,63. Imbal hasil (yield, persentase keuntungan) US Treasury 10 tahun (surat utang pemerintah AS tenor 10 tahun) turun 2 basis poin (bps, 0,01%) menjadi 4,279%.
PDB AS (GDP, nilai total produksi barang dan jasa) naik 0,5% year-on-year (yoy, dibanding periode yang sama tahun lalu) pada kuartal terakhir 2025, di bawah perkiraan mendekati 0,7%. Inflasi Core PCE (Personal Consumption Expenditures inti, ukuran inflasi acuan The Fed yang mengecualikan makanan dan energi) melambat dari 3,1% ke 3% yoy, sementara Initial Jobless Claims (klaim awal tunjangan pengangguran) naik ke 219 ribu dan Continuing Claims (klaim berlanjut) turun ke 1,794 juta.
Pasar memperhitungkan pemangkasan suku bunga 7,5 basis poin hingga akhir tahun. CPI Jumat (Consumer Price Index, indeks harga konsumen) diproyeksikan 3,3% headline (angka utama, dari 2,4%) dan 2,7% core (inti, dari 2,5%), serta data sentimen Michigan (survei kepercayaan konsumen).
Prospek Emas dan Posisi Pasar
Kami pernah melihat harapan meredanya ketegangan Timur Tengah beberapa bulan lalu lewat potensi pembicaraan Israel-Lebanon dan gencatan AS-Iran. Namun situasi tetap tegang, karena Selat Hormuz masih beroperasi jauh di bawah kapasitas normalnya yang biasanya lebih dari 90 kapal tanker per hari. Ketidakpastian ini menjadi alasan kuat untuk tetap memegang emas.
Pelemahan ekonomi yang terlihat pada akhir 2025, dengan pertumbuhan PDB hanya 0,5%, berlanjut hingga kuartal I 2026. Seperti perkiraan, laporan CPI Maret lebih tinggi dari perkiraan, dan inflasi masih bertahan di atas target 2% The Fed (bank sentral AS), dengan angka terbaru masih di sekitar 2,8%. Kondisi pertumbuhan lambat dan inflasi yang sulit turun ini meningkatkan daya tarik emas sebagai penyimpan nilai (aset yang cenderung menjaga daya beli).
Karena pelemahan yang berlanjut, pelaku pasar kini memperhitungkan pemangkasan suku bunga The Fed setidaknya 50 basis poin hingga akhir tahun, berubah besar dari hanya 7,5 poin beberapa bulan lalu. Ini menekan imbal hasil US Treasury, dengan yield 10 tahun kini lebih dekat ke 4,15%. Dolar yang melemah dan yield yang turun biasanya mendukung harga emas batangan (bullion, emas fisik/instrumen yang mengikuti emas fisik).
Kondisi ketidakpastian tinggi dan potensi pergerakan harga tajam membuat opsi (options, kontrak yang memberi hak—bukan kewajiban—untuk membeli/menjual aset pada harga tertentu) menarik. Kami menilai trader dapat mempertimbangkan membeli call option (hak membeli) atau menggunakan bull call spread (strategi membeli call dan menjual call lain pada harga yang lebih tinggi untuk menekan biaya) untuk menargetkan kenaikan menuju level psikologis US$5.000. Strategi ini membatasi risiko namun tetap memberi peluang saat harga naik bila berita geopolitik atau ekonomi mendorong emas lebih tinggi.
Bagi yang memperdagangkan futures (kontrak berjangka, perjanjian membeli/menjual di masa depan dengan harga tertentu), level teknikal yang disebut sebelumnya tetap penting. Penembusan yang bertahan di atas resistance (level hambatan) US$4.857 membuka peluang kenaikan cepat. Namun, perlu memantau moving average 20 hari (rata-rata pergerakan 20 hari, indikator tren) yang kini sekitar US$4.750 sebagai support (level penopang); jika turun menembusnya, bisa menandakan koreksi tajam dalam jangka pendek.