Menjelang rilis data CPI, Indeks Dolar AS bergerak mendatar di dekat 99,00, mengakhiri penurunan empat hari berturut-turut

    by VT Markets
    /
    Apr 10, 2026

    Indeks Dolar AS (DXY) mengakhiri pelemahan empat hari dan diperdagangkan di dekat 98,90 pada perdagangan Asia Jumat. Pasar menunggu laporan Indeks Harga Konsumen (CPI)—ukuran inflasi di tingkat konsumen—AS yang akan dirilis pada sesi Amerika Utara untuk melihat arah kebijakan jangka pendek Federal Reserve (The Fed), yaitu bank sentral AS.

    Dolar AS mendapat dukungan dari pelaku pasar yang menghindari risiko (risk aversion), dipicu ketidakpastian soal gencatan senjata AS–Iran. Israel melanjutkan serangan ke Hezbollah, sementara Benjamin Netanyahu mengatakan Israel akan segera memulai pembicaraan langsung dengan Lebanon.

    Dolar Didukung Risiko Geopolitik

    Presiden AS Donald Trump mengatakan pasukan AS akan tetap ditempatkan di sekitar Iran sampai kesepakatan dipatuhi sepenuhnya. JD Vance, Steve Witkoff, dan Jared Kushner dijadwalkan bertemu di Pakistan akhir pekan ini untuk membahas kemungkinan kesepakatan jangka panjang dengan Iran.

    Esmaeil Baghaei mengatakan pembicaraan untuk mengakhiri konflik bergantung pada kepatuhan AS terhadap komitmen gencatan senjata, termasuk penghentian permusuhan di Lebanon, yang ditolak Washington dan Israel. Risalah rapat The Fed bulan Maret menunjukkan para pembuat kebijakan memilih sikap “tunggu dan lihat”, sambil mencatat risiko inflasi terkait kenaikan harga minyak kini dinilai lebih seimbang.

    Dolar AS adalah mata uang yang paling banyak diperdagangkan di dunia, menyumbang lebih dari 88% dari total transaksi valas (pasar tukar mata uang) global, atau sekitar US$6,6 triliun per hari (2022). Kebijakan The Fed memengaruhi dolar lewat suku bunga (biaya pinjaman) dengan sasaran inflasi sekitar 2%, serta melalui pelonggaran atau pengetatan kuantitatif (QE/QT), yaitu pembelian atau pengurangan pembelian surat utang untuk menambah atau mengurangi likuiditas (uang beredar) di pasar.

    Indeks Dolar AS bertahan di dekat 98,90 menjelang rilis data CPI AS yang penting hari ini. Volatilitas tersirat (implied volatility)—perkiraan gejolak harga dari harga opsi—pada opsi dolar jangka pendek terlihat naik, dengan VIX (indeks “ketakutan” pasar yang mengukur perkiraan volatilitas) naik ke 15,8 pekan ini menjelang rilis data. Angka inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat mendorong The Fed bersikap lebih hawkish (lebih condong mengetatkan kebijakan/menaikkan suku bunga), sehingga DXY berpotensi naik di atas 99,50.

    Strategi Menjelang Rilis CPI

    Risiko berkelanjutan dari situasi AS–Iran memberi dukungan kuat bagi dolar sebagai aset safe haven (aset “perlindungan” saat pasar bergejolak). Ini tercermin di pasar energi, dengan Brent (patokan harga minyak global) bertahan di atas US$92 per barel, yang kembali memicu kekhawatiran inflasi. Kondisi ini menunjukkan opsi put protektif (hak menjual untuk membatasi kerugian) pada mata uang seperti euro atau yen bisa menjadi lindung nilai (hedge) yang masuk akal terhadap potensi eskalasi mendadak pada akhir pekan.

    Sikap netral The Fed membuat langkah berikutnya sangat bergantung pada data terbaru, sehingga laporan CPI hari ini menjadi sangat penting bagi arah pasar. Karena itu, strategi opsi straddle atau strangle—membeli opsi beli dan opsi jual sekaligus untuk meraih keuntungan dari pergerakan harga besar ke salah satu arah tanpa harus menebak arahnya—dapat efektif.

    Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code