Volkmar Baur dari Commerzbank menilai pasar kembali fokus pada inflasi AS yang dipicu kenaikan harga minyak, memengaruhi dolar dan arah kebijakan The Fed

    by VT Markets
    /
    Apr 10, 2026

    Pasar valuta asing (FX) bisa mengalihkan perhatian dari ketegangan di Teluk ke dampak kenaikan harga minyak terhadap inflasi AS dan Dolar AS.

    Data inflasi AS untuk Maret diperkirakan menunjukkan kenaikan Indeks Harga Konsumen (CPI, ukuran perubahan harga barang dan jasa yang dibeli rumah tangga) sebesar 0,9% secara bulanan, sehingga laju tahunan menjadi 3,4%, tertinggi dalam dua tahun. CPI inti (core CPI, CPI tanpa komponen harga pangan dan energi yang biasanya lebih bergejolak) diperkirakan naik 0,3% secara bulanan.

    Fokus Harga Minyak dan Inflasi

    Tekanan inflasi tambahan bisa datang dari biaya solar (diesel) melalui angkutan barang, bukan dari pemakaian bahan bakar rumah tangga. Harga solar di AS naik 32% bulan lalu.

    Perusahaan logistik menaikkan tarif angkutan truk sebagai respons. Hingga akhir Maret, tarif angkutan truk lebih dari 10% lebih tinggi dibanding akhir Februari.

    Biaya transportasi yang lebih tinggi bisa mendorong kenaikan harga barang di seluruh perekonomian. Ini dapat memengaruhi keputusan Federal Reserve (The Fed, bank sentral AS) di bawah ketua Kevin Warsh dan berdampak pada Dolar AS.

    Implikasi Pasar terhadap Ekspektasi Suku Bunga

    Dengan minyak mentah WTI (West Texas Intermediate, patokan harga minyak AS) saat ini diperdagangkan di dekat US$95 per barel, angka inflasi Maret 2026 yang dirilis pekan ini menunjukkan CPI tetap tinggi di 3,8%. Ini menunjukkan lonjakan 32% biaya solar pada Maret 2025 sudah “menempel” pada harga ke konsumen. Indeks Harga Produsen (PPI, ukuran perubahan harga di tingkat produsen) untuk angkutan truk juga menegaskan tren ini, naik lagi 0,5% bulan lalu.

    Akibatnya, The Fed di bawah Ketua Warsh mempertahankan kebijakan ketat (hawkish, cenderung menaikkan suku bunga untuk menahan inflasi). Setelah laporan CPI terbaru, kontrak futures fed funds (kontrak yang mencerminkan perkiraan pasar atas suku bunga acuan The Fed) kini memperkirakan peluang 60% untuk kenaikan suku bunga lagi pada Juli. Ini menjaga Indeks Dolar AS (DXY, ukuran kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama) tetap kuat, bertahan di sekitar 108.

    Untuk beberapa pekan ke depan, strategi opsi (options, instrumen yang memberi hak—bukan kewajiban—untuk membeli/menjual aset pada harga tertentu) yang mendukung penguatan dolar terhadap mata uang dengan bank sentral yang lebih longgar (dovish, cenderung menahan/menurunkan suku bunga), seperti euro atau yen, bisa dipertimbangkan. Risiko inflasi yang masih tinggi menunjukkan opsi beli (call options, hak untuk membeli) pada futures minyak (kontrak jual-beli minyak di masa depan) atau ETF sektor energi (exchange-traded fund, produk reksa dana yang diperdagangkan seperti saham) dapat menjadi lindung nilai (hedge, perlindungan) jika harga energi kembali melonjak. Trader juga perlu memantau derivatif suku bunga (produk turunan yang nilainya mengikuti suku bunga) untuk mengantisipasi The Fed bertindak lebih agresif daripada perkiraan pasar saat ini.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code