Saham global kembali naik, dipimpin pasar AS. Sektor siklikal (sektor yang biasanya menguat saat ekonomi membaik, seperti industri dan keuangan) mengungguli, sementara saham defensif (lebih tahan saat ekonomi melemah, seperti kebutuhan pokok dan utilitas) dan saham volatilitas rendah (pergerakannya cenderung lebih stabil) tertinggal.
Indeks VIX (ukuran “ketakutan” pasar yang mencerminkan perkiraan volatilitas S&P 500) turun lagi ke bawah 20. Saham Asia diperdagangkan menguat, kontrak berjangka Eropa mengarah naik, dan kontrak berjangka AS relatif datar, meski ketegangan geopolitik masih berlangsung.
Divergensi Sektor Teknologi
Di sektor teknologi, saham perangkat lunak tertinggal sementara semikonduktor (chip) memimpin. Semikonduktor mengungguli perangkat lunak sekitar 4pp (poin persentase) di AS dan sekitar 7pp di Eropa hari ini.
Dalam sembilan bulan terakhir, perangkat keras menjadi industri AS dengan kinerja terbaik, sedangkan perangkat lunak yang terburuk. Perangkat keras mengungguli perangkat lunak sekitar 125 poin persentase dalam periode itu.
Pembaruan ini juga menyinggung alokasi aset (pembagian investasi ke berbagai jenis aset) di luar saham yang tercatat di bursa, termasuk private equity (investasi ke perusahaan yang tidak tercatat di bursa) dan private credit (pinjaman dari investor non-bank ke perusahaan, biasanya tidak diperdagangkan di bursa). Intinya, ada perubahan pola kinerja di dalam sektor teknologi.
Sinyalnya makin jelas: reli siklikal masih kuat, karena saham defensif dan volatilitas rendah justru dijual. Laporan non-farm payrolls (data tenaga kerja AS di luar sektor pertanian) Maret 2026 yang menambah 285.000 pekerjaan yang kuat ikut mendukung suasana risk-on (minat mengambil risiko lebih tinggi). Ini mengarah pada strategi memilih call option (opsi beli, memberi hak membeli di harga tertentu) pada ETF (reksa dana yang diperdagangkan di bursa) sektor industri dan keuangan dalam beberapa minggu ke depan, karena sektor ini berpeluang tetap memimpin.
Volatilitas dan Peluang Hedging
Turunnya VIX di bawah 20 mengingatkan perilaku pasar saat tenang pada 2025 sebelum koreksi pada musim gugur. Volatilitas rendah yang bertahan, dengan indeks bertahan di 17–19 sepanjang sebagian besar Maret 2026, membuat premi opsi relatif murah. Ini membuka peluang membeli put out-of-the-money (opsi jual dengan harga pelaksanaan di bawah harga pasar saat ini) pada S&P 500 yang lebih luas sebagai hedging (lindung nilai) berbiaya rendah jika terjadi perubahan pasar mendadak.
Tren terpenting adalah jarak kinerja yang besar antara perangkat keras dan perangkat lunak. Sejak awal tahun 2026, indeks semikonduktor SOX (indeks saham chip) naik lebih dari 25%, sementara ETF perangkat lunak seperti IGV kesulitan bertahan di zona positif. Strategi pairs trade (posisi berpasangan: beli satu aset dan jual/antisipasi turun pada aset lain untuk menangkap selisih kinerja) dinilai paling efektif: membeli call semikonduktor sambil membeli put pada dana sektor perangkat lunak.
Kondisi ini menegaskan risiko bereaksi berlebihan terhadap setiap berita terbaru, pelajaran dari ramainya isu geopolitik sepanjang 2025. Data terbaru dari CBOE (bursa opsi terbesar di AS) menunjukkan rasio put/call (perbandingan volume opsi jual terhadap opsi beli; lebih rendah berarti minat pada call lebih besar) turun ke 0,75, menandakan permintaan call kuat dan minat perlindungan penurunan terbatas. Karena itu, fokus sebaiknya pada rotasi sektor (perpindahan minat investor antar sektor) ketimbang hiruk-pikuk harian pasar.