Saham Asia Menguat Usai Wall Street Naik, Gencatan Senjata AS–Iran Tekan Harga Minyak dan Redakan Kekhawatiran Inflasi serta Kenaikan Suku Bunga

    by VT Markets
    /
    Apr 10, 2026

    Saham Asia menguat setelah reli di Wall Street, didukung turunnya harga minyak setelah gencatan senjata AS–Iran. Nikkei 225 Jepang naik 1,85% ke sekitar 56.900, Hang Seng Index Hong Kong naik 0,64% ke sekitar 25.900, SSE Composite China naik 0,77% ke sekitar 4.000, dan Kospi Korea Selatan bertambah 1,55% ke sekitar 5.870.

    Pasar tetap berhati-hati karena belum jelas berapa lama gencatan senjata akan bertahan. Rencana pembicaraan AS–Iran di Islamabad akhir pekan ini juga belum pasti, tanpa konfirmasi resmi soal kedatangan delegasi pada Jumat.

    Ketidakpastian Geopolitik dan Dampaknya pada Pasar

    Israel melanjutkan serangan ke Hezbollah, meski ada rencana negosiasi langsung dengan Lebanon. Presiden AS Donald Trump mengatakan pasukan AS akan tetap dikerahkan di sekitar Iran sampai kepatuhan penuh terhadap kesepakatan tercapai.

    Di Jepang, harapan meningkat bahwa Bank of Japan (bank sentral Jepang) bisa menaikkan suku bunga pada April. Imbal hasil (yield, yaitu tingkat keuntungan) obligasi pemerintah 10 tahun berada di sekitar 2,4% pada Jumat, mendekati level tertinggi sejak 1998.

    Di China, CPI (consumer price index/indeks harga konsumen, ukuran inflasi di tingkat konsumen) pada Maret naik 1% secara tahunan, turun dari 1,3% pada Februari dan di bawah perkiraan konsensus 1,2%. Secara bulanan, CPI turun 0,7% setelah sebelumnya naik 1,0%. PPI (producer price index/indeks harga produsen, harga di tingkat pabrik) naik 0,5% secara tahunan, berbalik dari penurunan 0,9% dan menjadi kenaikan pertama sejak September 2022.

    Lindung Nilai Derivatif dan Posisi Volatilitas

    Turunnya harga minyak menjadi pendorong utama, tetapi kestabilannya diragukan, seperti gejolak harga saat gangguan pengiriman di Laut Merah pada akhir 2023 dan awal 2024. Volatilitas (naik-turun harga yang cepat) di sektor energi hampir pasti, sehingga strategi opsi seperti straddle pada ETF minyak masuk akal. Straddle adalah membeli opsi beli dan opsi jual sekaligus pada harga dan jatuh tempo yang sama, sehingga bisa untung jika harga bergerak besar ke salah satu arah. ETF (exchange-traded fund) adalah reksa dana yang diperdagangkan di bursa seperti saham.

    Ekspektasi Bank of Japan akan menaikkan suku bunga juga penting, mengingat berakhirnya era suku bunga negatif pada Maret 2024. Langkah itu pada akhirnya menguatkan yen, dan pola serupa bisa terulang. Menyiapkan posisi untuk yen yang lebih kuat melalui futures mata uang (kontrak berjangka untuk membeli/menjual mata uang pada harga tertentu di masa depan) atau call option (opsi beli) terhadap dolar AS bisa menjadi langkah lindung nilai yang masuk akal.

    Di China, data Maret 2025 yang berlawanan—harga konsumen lemah tetapi harga di tingkat pabrik naik—mengarah pada pemulihan ekonomi yang tidak merata. Pola pertumbuhan yang tidak konsisten ini sering terjadi sepanjang 2023 dan 2024 dan kerap memicu kekecewaan pasar. Karena itu, reli saham China bisa tidak bertahan lama, sehingga ada peluang membeli put option (opsi jual, yaitu hak untuk menjual pada harga tertentu) pada ETF yang berfokus pada China. Derivatif adalah instrumen keuangan turunan yang nilainya mengikuti aset acuan (misalnya indeks saham, mata uang, atau komoditas), dan sering dipakai untuk lindung nilai (hedging/mengurangi risiko) atau spekulasi.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code