Pound Sterling menguat terhadap sebagian besar mata uang utama pada Jumat, namun tidak terhadap mata uang Eropa lainnya. Sterling berada di sekitar 1,3444 terhadap Dolar AS pada sesi perdagangan Eropa.
Pergerakan ini menyusul laporan adanya kemajuan menuju kesepakatan damai Rusia-Ukraina setelah perang empat tahun. Bloomberg melaporkan seorang penasihat senior Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Ukraina hampir mencapai kesepakatan dengan Rusia.
Prospek Sterling Terhadap Dolar
UOB menyebut prospek jangka pendek GBP/USD tetap positif setelah kenaikan di atas 1,3450. UOB menilai pasangan ini bisa bergerak menuju 1,3520, tetapi hanya jika penutupan harian (daily close, yaitu harga penutupan pada akhir hari perdagangan) berada di atas 1,3480.
UOB menempatkan support (area penopang harga, tempat harga sering tertahan agar tidak turun lebih jauh) di 1,3330. UOB memperkirakan perdagangan intrahari (pergerakan dalam satu hari perdagangan) berada dalam kisaran 1,3390 hingga 1,3465.
UOB juga merujuk pandangannya pada Rabu, 08 April, saat spot (harga saat ini) berada di 1,3400. UOB menilai masih ada ruang bagi pasangan ini untuk naik ke 1,3480, meski reli (kenaikan cepat) tampak terlalu tinggi.
Jika menengok periode yang sama tahun lalu, April 2025, Pound sempat reli karena harapan kesepakatan damai Rusia dan Ukraina. Pasar memantau apakah GBP/USD bisa menutup di atas level kunci 1,3480 untuk mempertahankan momentum naik. Optimisme ini sempat memberi dorongan sementara bagi Sterling terhadap dolar.
Strategi Opsi Untuk Juni 2026
Namun reli tersebut akhirnya memudar karena pasangan ini gagal mempertahankan kenaikan, dengan level 1,3480 menjadi resistance kuat (area penghambat harga, tempat kenaikan sering tertahan) sepanjang sisa Q2 2025 (kuartal kedua). Optimisme soal kesepakatan damai tidak bertahan lama, dan fokus pasar kembali ke faktor ekonomi. Ini menunjukkan berita geopolitik bisa memicu peluang sesaat yang sulit diperdagangkan.
Saat ini, situasinya didorong faktor berbeda. Bank of England mengambil sikap lebih hawkish (lebih condong menaikkan suku bunga untuk menahan inflasi) setelah laporan inflasi Inggris terbaru untuk Maret 2026 menunjukkan harga konsumen naik 3,2% per tahun. Dengan pertumbuhan PDB (GDP, ukuran total produksi/aktivitas ekonomi) Inggris Q1 2026 juga mengejutkan lebih tinggi di 0,5%, kondisi ekonomi mendukung Pound yang lebih kuat.
Dengan kondisi ini, terlihat peluang membeli call option (opsi beli, memberi hak—bukan kewajiban—untuk membeli pada harga tertentu) pada GBP/USD dengan strike price (harga patokan eksekusi opsi) sekitar 1,3600 untuk jatuh tempo Juni 2026. Ini memberi kesempatan menangkap potensi kenaikan dari perkiraan kenaikan suku bunga Bank of England. Strategi ini membatasi risiko (kerugian maksimal biasanya sebesar premi opsi yang dibayar) untuk memposisikan diri pada potensi penguatan Sterling dalam beberapa pekan ke depan.
Namun, perlu dipertimbangkan juga data tenaga kerja AS yang kuat, dengan angka Non-Farm Payrolls (NFP, data penambahan pekerjaan di luar sektor pertanian) untuk Maret 2026 di atas 250.000. Ini membuat Federal Reserve (bank sentral AS) tetap berpeluang melakukan penyesuaian suku bunga. Untuk mengelola risiko ini, bull call spread (strategi opsi: membeli call di strike lebih rendah dan menjual call di strike lebih tinggi untuk menekan biaya awal, tetapi membatasi keuntungan maksimum) bisa menjadi pilihan yang lebih hati-hati.