Riset DBS Group memperkirakan MAS akan sedikit mempercuram kemiringan kebijakan SGD NEER, dengan menekankan pengendalian inflasi

    by VT Markets
    /
    Apr 11, 2026

    DBS Group Research memperkirakan Otoritas Moneter Singapura (MAS) akan sedikit menaikkan kemiringan (slope) pita kebijakan *Singapore dollar nominal effective exchange rate* (SGD NEER)—yakni kisaran pergerakan nilai tukar SGD terhadap sekeranjang mata uang mitra dagang—pada rapat 14 April. Langkah ini akan membalikkan penurunan kemiringan yang dilakukan tahun lalu.

    Perkiraan ini didasarkan pada harga minyak Brent yang bertahan dekat USD100 per barel serta ekspor yang tetap solid, sehingga perhatian terhadap inflasi impor (kenaikan harga barang/jasa yang datang dari luar negeri karena harga global atau pelemahan kurs) meningkat. MAS juga diperkirakan memperbarui proyeksi inflasinya.

    Expected Inflation Forecast Revisions

    Prakiraan inflasi inti (*core inflation*—inflasi tanpa komponen yang bergejolak seperti akomodasi dan transportasi pribadi, sehingga lebih mencerminkan tren) diperkirakan dinaikkan menjadi 1,5–2,5% dari 1–2%. Prakiraan CPI-All Items (inflasi IHK seluruh komponen) juga diperkirakan dinaikkan untuk mencerminkan harga energi yang lebih tinggi.

    MAS dijadwalkan merilis estimasi awal PDB 1Q26 (angka PDB sementara/lebih cepat sebelum rilis final) pada waktu yang sama dengan keputusan kebijakan. PDB diperkirakan 5,4% secara tahunan (*year-on-year*, YoY—dibanding periode sama tahun sebelumnya) dan -1,1% secara kuartalan (*quarter-on-quarter*, QoQ—dibanding kuartal sebelumnya, sudah disesuaikan musiman/*seasonally adjusted* agar pola musiman tidak mengganggu), dibanding 6,3% YoY dan 2,1% QoQ (disesuaikan musiman) pada 4Q25.

    Kami memperkirakan MAS akan memperketat kebijakan pada 14 April dengan sedikit menaikkan kemiringan pita kebijakan SGD NEER. Langkah ini akan membalikkan pelonggaran kebijakan yang terlihat pada 2025. Tujuannya agar dolar Singapura menguat lebih cepat, namun tetap terbatas, untuk menahan kenaikan harga.

    Prioritas kebijakan bergeser ke penanganan inflasi impor, terutama karena harga minyak Brent bertahan di sekitar USD100 per barel sepanjang kuartal. Data terbaru mendukung langkah ini: ekspor domestik nonmigas Singapura (*non-oil domestic exports*—ekspor barang produksi dalam negeri di luar minyak) pada Maret 2026 tumbuh 4,5%, menunjukkan ekonomi cukup tahan terhadap mata uang yang lebih kuat. Ini memberi ruang bagi bank sentral untuk fokus mengendalikan inflasi.

    Trading Implications For Sgd

    Bagi pelaku pasar derivatif, prospek ini mengarah pada strategi untuk mengantisipasi penguatan dolar Singapura terhadap mata uang seperti dolar AS. Salah satu opsi adalah membeli *SGD call options* (opsi beli SGD—hak untuk membeli SGD pada harga tertentu), karena pernyataan yang lebih ketat/*hawkish* (condong menaikkan kebijakan untuk menekan inflasi) dapat mendorong penguatan mata uang. Secara historis, setelah MAS memperketat kebijakan secara mengejutkan pada 2022, SGD menguat tajam terhadap USD dalam tiga bulan berikutnya.

    Estimasi awal PDB 1Q26, yang kami perkirakan kuat di 5,4% YoY, turut memperkuat alasan pengetatan. Meski lebih lambat dari akhir 2025, angka ini menegaskan ekonomi tetap solid. Karena itu, penggunaan kontrak *forward* (kontrak nilai tukar berjangka—kesepakatan membeli/menjual mata uang pada kurs tertentu untuk tanggal mendatang) untuk membangun posisi *long* SGD (bertaruh SGD menguat) menjelang rapat dapat dipertimbangkan.

    Perubahan kebijakan ini juga kemungkinan menekan suku bunga domestik ke arah naik. Pelaku pasar perlu mengantisipasi kenaikan Singapore Overnight Rate Average (SORA)—rata-rata suku bunga pinjaman antarbank semalam di Singapura yang sering menjadi acuan. Strategi melalui *interest rate swaps* (swap suku bunga—kontrak menukar arus bunga, misalnya tetap vs mengambang) bisa menarik, terutama karena inflasi inti Maret sebesar 2,1% sudah mendukung suku bunga yang lebih tinggi.

    Volatilitas tersirat (*implied volatility*—perkiraan gejolak harga yang tercermin dari harga opsi) pada opsi SGD kemungkinan tetap tinggi menjelang pengumuman. Kuncinya adalah apakah MAS menaikkan proyeksi inflasi resminya seperti yang kami perkirakan. Kenaikan proyeksi inflasi inti ke 1,5–2,5% akan menegaskan pergeseran kebijakan yang lebih ketat dan berpotensi menjaga penguatan dolar Singapura dalam beberapa pekan ke depan.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code