Pound sterling melemah terhadap dolar AS di dekat 1,3390 seiring meningkatnya sikap menghindari risiko setelah perundingan AS-Iran gagal

    by VT Markets
    /
    Apr 13, 2026

    GBP/USD mengakhiri kenaikan lima hari dan dibuka lebih rendah di sekitar 1,3390 pada perdagangan Asia, Senin. Pasangan ini turun karena minat terhadap aset berisiko melemah setelah perundingan damai AS–Iran gagal.

    Permintaan aset *safe haven* (aset “pelindung” saat pasar takut, seperti dolar AS) mendukung Dolar AS terhadap mata uang utama. Wakil Presiden JD Vance mengatakan pembicaraan di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan setelah 21 jam negosiasi.

    Prospek Sterling-Dolar

    Dengan meningkatnya kembali sikap menghindari risiko, tekanan turun pada GBP/USD kemungkinan berlanjut dalam beberapa pekan ke depan. Gagalnya perundingan AS–Iran mendorong arus dana ke aset aman, yang biasanya menguntungkan dolar AS. Trader bisa mempertimbangkan membeli *put option* (opsi jual, instrumen yang nilainya naik bila harga turun) pada sterling untuk melindungi risiko penurunan lebih lanjut di bawah level psikologis 1,3300 (angka bulat yang sering jadi patokan pasar).

    Pasar sudah memasang harga ketidakpastian yang lebih tinggi. Deutsche Bank Currency Volatility Index (CVIX)—indeks yang mengukur perkiraan gejolak harga mata uang ke depan berdasarkan harga opsi—melonjak lebih dari 12% ke level tertinggi enam bulan di 9,8 pada awal perdagangan hari ini. Kenaikan *implied volatility* (perkiraan volatilitas yang “tercermin” dari harga opsi) membuat biaya opsi lebih mahal, sehingga membuka posisi lebih cepat bisa lebih efisien. Ini menjadi sinyal bahwa pasar memperkirakan pergerakan mata uang yang tajam.

    Dinamika serupa terjadi pada akhir 2025 ketika ketegangan mulai meningkat, yang mendorong indeks dolar naik hampir 3% dalam satu kuartal. Periode itu ditandai ayunan tajam dan sulit diprediksi, menguntungkan trader yang melakukan *hedging* (lindung nilai, strategi untuk mengurangi risiko) terhadap volatilitas. Data historis menunjukkan strategi opsi untuk melindungi penurunan mata uang yang sensitif terhadap risiko seperti pound dan dolar Australia berjalan baik.

    Kekhawatiran utama adalah potensi blokade Selat Hormuz, jalur yang dilewati hampir seperlima pasokan minyak harian dunia. Gangguan di sana hampir pasti memicu lonjakan harga energi, yang biasanya semakin menguatkan dolar sebagai aset aman. Karena itu, perhatian tertuju pada *call option* (opsi beli, instrumen yang nilainya naik bila harga naik) pada *oil futures* (kontrak berjangka minyak, perjanjian membeli/menjual minyak di harga tertentu untuk tanggal mendatang), karena Brent berpotensi mengarah ke US$110 per barel bila situasi memburuk.

    Risiko dan Penempatan Posisi

    Ketidakpastian global ini berdampak langsung pada prospek ekonomi Inggris, membuat pound rentan. Data terbaru dari Office for National Statistics menunjukkan defisit perdagangan Inggris melebar tak terduga pada Februari 2026, menegaskan sensitivitasnya terhadap gangguan perdagangan global. Karena itu, pelaku pasar dapat mempertimbangkan posisi *short* (posisi yang untung bila harga turun) pada *GBP futures* (kontrak berjangka pound) bukan hanya terhadap dolar, tetapi juga terhadap mata uang aman lain seperti franc Swiss.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code