USD/JPY Mengarah ke 159,00 di Sesi Asia, seiring Yen Menguat namun Pembeli Masih Ragu di Tengah Risiko Hormuz

    by VT Markets
    /
    Apr 14, 2026

    USD/JPY melanjutkan koreksi ringan dari area 159,85 dan turun di sesi Asia pada Selasa. Pasangan ini sempat melemah mendekati 159,00, tetapi penurunannya terbatas karena pendorongnya beragam.

    Perundingan damai AS-Iran gagal pada akhir pekan, tetapi pasar masih menilai jalur diplomasi akan berlanjut. Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan ada kemajuan yang berarti, sehingga menekan dolar AS.

    Tekanan Dolar Karena Ketidakpastian Kebijakan

    Dolar AS juga menyentuh level terendah sejak awal Maret di tengah ketidakpastian soal inflasi AS dan kebijakan Federal Reserve (The Fed/bank sentral AS yang mengatur suku bunga dan pasokan uang). Data AS yang dirilis Jumat menunjukkan inflasi naik paling besar dalam hampir empat tahun. Ini menggeser perhatian ke kemungkinan kenaikan suku bunga tahun ini, meski sebagian pelaku pasar masih berharap pemangkasan suku bunga.

    Yen mendapat dukungan terbatas karena kekhawatiran gangguan pasokan energi akibat ketidakstabilan di sekitar Selat Hormuz (jalur pelayaran penting pengiriman minyak). Presiden AS Donald Trump mengatakan blokade Angkatan Laut AS resmi dimulai dan menyebut kapal perang Iran yang mendekat akan dihancurkan, sementara Iran mengancam pelabuhan di Teluk Persia dan Teluk Oman.

    Jepang sangat bergantung pada impor minyak dari Timur Tengah, sehingga memicu kekhawatiran tekanan ekonomi dalam waktu dekat. Hal ini dapat membatasi penguatan yen dan menahan penurunan USD/JPY lebih dalam, sementara pembicaraan soal langkah pejabat Jepang juga bisa membatasi pelemahan yen lebih lanjut.

    Jika melihat kembali situasi pada 2025, dolar sempat melemah karena harapan diplomasi AS-Iran, sementara yen melemah akibat kekhawatiran keamanan energi. Ini membuat ruang gerak USD/JPY cenderung sempit, karena kedua mata uang sama-sama terbebani.

    Guncangan Energi Dan Dampak Lanjutan Pasar

    Blokade laut AS di Selat Hormuz tahun lalu memicu guncangan energi besar, dengan harga minyak Brent (patokan harga minyak global) sempat melonjak di atas US$145 per barel. Meski jalur diplomasi kemudian meredakan krisis, harga minyak tetap tinggi, dengan WTI (West Texas Intermediate, patokan harga minyak AS) kini diperdagangkan sekitar US$95. Ini menjaga tekanan pada negara pengimpor energi seperti Jepang. Biaya energi yang tinggi berkepanjangan terus menjadi beban besar bagi yen.

    Sebagai respons terhadap lonjakan inflasi pada 2025, saat CPI (Consumer Price Index/Indeks Harga Konsumen—ukuran kenaikan harga barang dan jasa) sempat menembus 7%, The Fed mengambil sikap jauh lebih agresif dari perkiraan pelaku pasar. The Fed kemudian menaikkan suku bunga acuan federal funds rate (suku bunga kebijakan utama AS) menjadi 6,00% untuk menekan tekanan harga yang masih bertahan, yang terakhir tercatat 4,1% untuk Maret 2026. Lingkungan suku bunga tinggi ini menjadi penopang kuat bagi dolar AS.

    Akibatnya, USD/JPY kini diperdagangkan di sekitar 162,50, jauh di atas level yang dibahas tahun lalu. Meski Bank of Japan (BoJ/bank sentral Jepang) akhirnya keluar dari kebijakan suku bunga negatif, suku bunganya saat ini di 0,10% menciptakan selisih suku bunga yang sangat lebar. Ini membuat menyimpan dolar lebih menarik dibanding yen. Strategi carry trade (meminjam mata uang bersuku bunga rendah untuk membeli mata uang bersuku bunga tinggi) tetap menjadi faktor utama penguat pasangan ini.

    Dalam beberapa pekan ke depan, pelaku pasar perlu memperhatikan strategi yang memanfaatkan selisih suku bunga tinggi ini, sambil mewaspadai intervensi (upaya menstabilkan nilai tukar, lewat pernyataan atau aksi di pasar) dari otoritas Jepang. Menjual opsi JPY call/USD put yang out-of-the-money (opsi beli yen/jual dolar dengan harga kesepakatan yang masih jauh dari harga saat ini) bisa menjadi strategi untuk mengantongi premi (pendapatan dari menjual opsi), dengan asumsi pasangan ini tidak berbalik turun tajam di bawah area dukungan penting. Alternatifnya, bull call spread pada USD/JPY (strategi opsi untuk meraih kenaikan dengan risiko terbatas, dengan membeli call dan menjual call lain di harga kesepakatan lebih tinggi) dapat menjadi cara berisiko terukur untuk memanfaatkan potensi kenaikan menuju level 165,00.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code