Saham Asia Menguat Saat Pemimpin AS Mengisyaratkan Perundingan Iran Mungkin Berlanjut, Dipimpin Nikkei 225 Jepang

    by VT Markets
    /
    Apr 14, 2026

    Pasar saham Asia menguat pada Selasa setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump dan Wakil Presiden JD Vance mengindikasikan pembicaraan dengan Iran belum sepenuhnya gagal, sehingga mendorong minat pada aset berisiko (instrumen yang harganya biasanya naik saat investor berani mengambil risiko).

    Nikkei 225 naik lebih dari 2,5% mendekati 58.000, Shanghai naik 0,55% sedikit di atas 4.000, dan Hang Seng bertambah 0,5% mendekati 25.785. Bursa saham India tutup karena Dr. Baba Saheb Ambedkar Jayanti.

    Pembicaraan Iran dan Reaksi Pasar

    Pada Senin, Trump mengatakan Iran “sangat ingin” mencapai kesepakatan dan menyebut Angkatan Laut AS memblokade pelabuhan Iran (mencegah kapal keluar-masuk). Vance mengatakan timnya mendapat “pemahaman penting” soal cara Iran bernegosiasi dalam putaran pertama pembicaraan di Pakistan pada akhir pekan.

    Vance menegaskan penghentian ambisi nuklir Iran (program untuk mengembangkan kemampuan nuklir) dan pembukaan kembali Selat Hormuz (jalur pelayaran strategis untuk ekspor minyak) adalah syarat yang tidak bisa ditawar. CNN melaporkan pejabat Washington membahas kemungkinan pertemuan tatap muka kedua dengan pejabat Iran sebelum gencatan senjata dua minggu berakhir pada 21 April, namun belum pasti terjadi.

    Perhatian juga tertuju pada pertemuan di Washington, DC antara Duta Besar Lebanon Nada Hamadeh dan Duta Besar Israel Yechiel Leiter pada 15:00 GMT.

    Pertimbangan Trading dan Lindung Nilai

    Blokade pelabuhan Iran pada April 2025 membuat minyak Brent melonjak di atas US$110 per barel, menghasilkan keuntungan besar bagi posisi long call options (membeli opsi call, yaitu hak membeli di harga tertentu, untuk mendapat untung jika harga naik). Kondisi serupa mulai terlihat: laporan awal April 2026 menyebut gangguan di Laut Merah yang didukung Iran telah mendorong CBOE Crude Oil Volatility Index/OVX (indeks perkiraan gejolak harga minyak berbasis harga opsi) naik 15% dalam dua minggu. Trader bisa mempertimbangkan membeli out-of-the-money calls pada futures minyak (opsi call dengan harga pelaksanaan di atas harga saat ini; lebih murah tetapi butuh kenaikan harga besar), karena eskalasi bisa memicu lonjakan harga seperti tahun lalu.

    Nikkei 225 pernah melonjak 2,5% saat ada kabar negosiasi pada 2025, tetapi kenaikan itu hilang dalam sebulan ketika ketegangan kembali. Pola ini menunjukkan kabar geopolitik positif perlu disikapi hati-hati dan investor bisa menambah perlindungan. Misalnya, VIX futures (kontrak berjangka atas indeks volatilitas saham AS) untuk beberapa bulan ke depan masih relatif murah, diperdagangkan di bawah 18, level yang rendah jika dibandingkan gejolak historis saat insiden Selat Hormuz 2019.

    Dolar AS biasanya menguat saat krisis Timur Tengah, seperti pada kuartal II 2025. Saat ketegangan kembali meningkat, strategi long dolar terhadap mata uang berisiko atau mata uang terkait komoditas dinilai lebih aman. Opsi pada ETF mata uang seperti UUP (ETF yang melacak penguatan dolar) dapat memberi eksposur berleverage (paparan lebih besar dengan modal lebih kecil, namun risiko juga lebih tinggi) pada dolar sebagai aset safe haven (aset yang dicari saat pasar panik).

    Buat akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code