EUR/USD sebelumnya naik lebih cepat daripada yang ditunjukkan oleh selisih suku bunga, terkait ekspektasi dolar AS melemah di bawah Presiden Trump. Belakangan, pergerakannya tertinggal dari selisih suku bunga karena ekonomi AS diperkirakan tumbuh lebih cepat daripada zona euro dan dinilai sebagai aset “safe haven” (tempat berlindung saat pasar bergejolak).
Kenaikan menuju 1,18 telah membalikkan seluruh pelemahan sejak awal perang AS dan Israel melawan Iran. AS disebut lebih tidak rentan terhadap “oil price shock” (guncangan harga minyak) dibanding zona euro.
Shift In Eurusd Drivers
Kenaikan lanjutan dikaitkan dengan kemungkinan meredanya ketegangan di Teluk, termasuk dibukanya kembali Selat Hormuz, serta turunnya harga minyak. Ekspektasi kenaikan suku bunga ECB juga disebut menjadi penopang, dengan peluang kembali di atas 1,20.
Kami melihat EUR/USD tidak naik sebesar yang seharusnya menurut selisih suku bunga. Selama 2025, pasangan ini menguat karena keyakinan pemerintahan baru menginginkan dolar lebih lemah. Kini, dolar didukung ekonomi AS yang lebih kuat dan statusnya sebagai “safe haven” saat konflik.
Data ekonomi menunjukkan perbedaan ini, dengan perkiraan pertumbuhan AS kuartal pertama sekitar 2,8%, jauh di atas zona euro 0,9%. Kinerja AS yang lebih kuat, ditambah paparan yang lebih kecil terhadap lonjakan harga minyak, membatasi potensi kenaikan euro. Kenaikan terbaru ke 1,18 baru menghapus kerugian sejak konflik di Teluk dimulai.
Namun, situasinya tampak berubah pekan ini. Terlihat tanda awal meredanya ketegangan di Teluk, dan beberapa perusahaan asuransi dilaporkan menurunkan “risk premium” (biaya tambahan karena risiko) untuk kapal yang melintas di Selat Hormuz. Hal ini membantu harga minyak Brent turun 8% dalam sepekan terakhir, memberi ruang bagi ekonomi zona euro yang lebih bergantung energi.
Options Strategy Considerations
Dengan inflasi Maret di zona euro masih di atas 3%, pasar kini memperkirakan peluang 75% ECB menaikkan suku bunga pada Juni, sementara The Fed diperkirakan “hold” (menahan suku bunga, tidak berubah). Bagi pelaku pasar “derivatif” (instrumen turunan dari aset acuan seperti mata uang), perbedaan kebijakan yang melebar ini mengarah pada strategi membeli “call option” EUR/USD (opsi beli, yaitu hak membeli pada harga tertentu) dengan “strike price” (harga pelaksanaan) sekitar 1,20. Strategi ini memungkinkan keuntungan jika terjadi lonjakan tajam ketika ketegangan terus mereda.
Trader dapat mempertimbangkan opsi dengan “expiration” (jatuh tempo) 1–3 bulan untuk menangkap potensi perubahan sentimen. “Implied volatility” (perkiraan volatilitas dari harga opsi) meningkat karena konflik, tetapi jika mereda, opsi bisa lebih murah. Ini membuka peluang untuk bersiap pada kenaikan kembali di atas 1,20 dengan risiko yang terukur.