Elias Haddad dari BBH: Brent bertahan di kisaran US$96 setelah koreksi, seiring aset berisiko menghentikan reli sementara waktu

    by VT Markets
    /
    Apr 15, 2026

    Minyak mentah Brent stabil di dekat level terendah terbaru, bergerak mendatar di sekitar US$96 per barel setelah sebelumnya turun. Aset berisiko secara umum berhenti sejenak, dengan saham dan obligasi menghentikan reli, sementara pelemahan dolar AS mulai datar.

    Perhatian pasar tertuju pada diplomasi AS-Iran dan apakah pembicaraan dapat mendukung jalur aman bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz. AS dan Iran dilaporkan ingin menggelar putaran kedua pembicaraan damai dalam beberapa hari ke depan.

    Outlook IMF Dan Risiko Penurunan

    Laporan World Economic Outlook dari IMF (Dana Moneter Internasional), berjudul *Global Economy in the Shadow of War*, menurunkan proyeksi pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto/ukuran total output ekonomi) global 2026 sebesar 0,2 poin persentase menjadi 3,1%. IMF menyebut risiko lebih condong ke arah penurunan.

    IMF memaparkan dua skenario penurunan yang didasarkan pada harga minyak lebih tinggi pada 2026. Pada skenario buruk, dengan harga minyak mentah rata-rata US$100 per barel, pertumbuhan global turun 0,8 poin menjadi 2,5%.

    Pada skenario parah, dengan harga minyak mentah rata-rata US$110 per barel, pertumbuhan global turun 1,3 poin menjadi 1,8%. IMF menyatakan pertumbuhan di bawah 2% mengindikasikan resesi global (penurunan aktivitas ekonomi secara luas).

    Implikasi Trading Dan Volatilitas

    Dampak pada pasar fisik (perdagangan dan pengiriman minyak nyata, bukan kontrak) masih besar, sehingga muncul jarak antara judul berita yang terdengar optimistis dan kondisi di lapangan. Data pelayaran terbaru menunjukkan lintasan kapal tanker melalui Selat Hormuz turun 35% dibanding tahun sebelumnya pada kuartal I 2026. Gangguan yang berlanjut ini berarti kegagalan pembicaraan berpotensi memicu lonjakan harga cepat karena pasar menilai ulang risiko pasokan.

    Dengan arah yang cenderung “dua kemungkinan” (hasilnya bisa sangat berbeda: berhasil atau gagal), trader dapat mempertimbangkan strategi opsi (instrumen turunan yang memberi hak beli/jual pada harga tertentu) yang diuntungkan saat volatilitas (tingkat naik-turun harga) melonjak. CBOE Crude Oil Volatility Index (OVX)—indeks yang mengukur perkiraan volatilitas harga minyak dari harga opsi—saat ini masih tinggi di sekitar 48. Ini berarti premi opsi (biaya untuk membeli opsi) mahal, namun potensi pergerakan US$10–US$15 ke salah satu arah tetap besar. Membeli long straddle (membeli opsi beli dan opsi jual pada strike/harga patokan yang sama) atau strangle (membeli opsi beli dan opsi jual dengan strike berbeda) bisa menjadi cara untuk memanfaatkan ketidakpastian seputar upaya diplomasi.

    Level US$100 dan US$110 per barel kini menjadi batas penting untuk dipantau. Kenaikan bertahan di atas US$100 berpotensi memicu aksi jual lebih luas di saham karena pasar mulai memasukkan skenario buruk pertumbuhan global 2,5%. Jika pembicaraan gagal dan harga melesat menuju US$110, pasar berpotensi beralih ke aset aman (flight to safety: memindahkan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman) karena kekhawatiran resesi mendominasi.

    Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code