Di tengah ketegangan di Selat Hormuz, ia memperkirakan USD kembali menguat terhadap JPY, diperdagangkan sedikit di atas 159,00

    by VT Markets
    /
    Apr 16, 2026

    Dolar AS memangkas penurunan sebelumnya terhadap Yen Jepang pada Kamis, mendorong USD/JPY kembali sedikit di atas 159,00. Pasangan ini naik karena ketegangan AS–Iran terkait Selat Hormuz menurunkan optimisme pasar terhadap proses perdamaian.

    Selama sesi Eropa, Dolar mengurangi pelemahan terhadap mata uang utama. Selera risiko (minat investor mengambil aset berisiko) tetap moderat, tetapi ancaman Iran untuk membatasi lalu lintas di Laut Merah dan Teluk Oman—jika blokade AS atas pelabuhan Iran berlanjut—membebani sentimen.

    Risiko Geopolitik Mendukung Dolar

    Pasar sebelumnya bereaksi terhadap komentar Presiden AS Donald Trump soal negosiasi dengan Iran dan peluang pembicaraan baru dalam beberapa hari ke depan. Terpisah, anggota kabinet keamanan Israel Galia Gamliel mengatakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu akan bertemu Presiden Lebanon Joseph Aoun.

    Di Jepang, Menteri Keuangan Satsuki Takayama mengatakan Jepang dan AS sepakat memperkuat komunikasi soal nilai tukar setelah bertemu Menteri Keuangan AS Scott Bessent. Pernyataan ini menegaskan sikap Jepang menolak pelemahan Yen yang berlebihan, tetapi respons pasar terbatas.

    Pada Kamis nanti, perhatian dapat beralih ke Philadelphia Fed Manufacturing Survey untuk April dan US Industrial Production untuk Maret. Pasar juga menanti pidato Presiden The Fed New York John Williams dan anggota Dewan Gubernur The Fed Stephen Miran.

    Pasar Opsi Mengisyaratkan Pergerakan Lebih Besar

    Dalam kondisi ini, volatilitas tersirat (perkiraan besar-kecilnya pergerakan harga yang tercermin dari harga opsi) menjadi area penting untuk dipantau. Ini mengisyaratkan pelaku pasar dapat mempertimbangkan opsi untuk memanfaatkan pergerakan tajam. Indeks Cboe/CME FX Yen Volatility (JYVIX) kini tinggi, di sekitar 12,5, naik dari level rendah 8,0 beberapa bulan lalu. Artinya, pasar opsi memperkirakan peluang besar terjadinya fluktuasi harga yang lebar dalam beberapa pekan ke depan.

    Risiko intervensi (aksi pemerintah/Bank Sentral Jepang masuk pasar valuta asing untuk menopang Yen) dari Tokyo kini sangat tinggi, sehingga posisi beli langsung (long) USD/JPY menjadi berisiko. Untuk melindungi dari penurunan mendadak, membeli opsi call JPY out-of-the-money (opsi beli Yen dengan harga kesepakatan yang masih jauh dari harga sekarang) atau opsi put USD/JPY (opsi jual USD/JPY) memberi lindung nilai (hedging) dengan risiko yang sudah dibatasi. Strategi ini membantu melindungi portofolio dari pembalikan tajam, seperti penurunan beberapa Yen yang pernah terjadi saat intervensi.

    Bagi yang tetap optimistis pada Dolar karena The Fed masih berhati-hati soal penurunan suku bunga, strategi risk reversal bisa dipertimbangkan. Ini dilakukan dengan membeli opsi call USD/JPY sambil menjual opsi put USD/JPY, sehingga biaya strategi bisa lebih ringan dan tetap diuntungkan jika pasangan ini terus naik perlahan. Pendorong utamanya tetap selisih imbal hasil (yield differential), dengan suku bunga AS di atas 5% sementara Jepang masih mendekati nol.

    Data ekonomi AS berikutnya, khususnya angka terbaru Consumer Price Index/CPI (Indeks Harga Konsumen, ukuran inflasi), akan krusial. Dua laporan CPI terakhir pada awal 2026 lebih tinggi dari perkiraan, menguatkan pandangan bahwa The Fed tidak akan buru-buru menurunkan suku bunga. Jika inflasi kembali kuat, USD/JPY berpotensi mendapat dorongan naik tambahan dan menguji ketegasan otoritas Jepang.

    Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code