Elias Haddad dari BBH menyebut saham mencetak rekor sementara dolar kembali menguat, menutupi proyeksi pertumbuhan yang lebih lemah dari IMF

    by VT Markets
    /
    Apr 16, 2026

    Saham global berada di rekor tertinggi dan Dolar AS memangkas kembali sebagian pelemahannya, sementara IMF merilis proyeksi pertumbuhan yang lebih lemah. Indeks Dolar AS (DXY, ukuran kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama) diperkirakan tetap bergerak di kisaran 96,00–100,00 dalam beberapa bulan ke depan.

    Selisih suku bunga antara AS dan ekonomi besar lainnya disebut menjadi faktor yang menahan DXY dalam rentang sekitar satu tahun terakhir. Permintaan asing yang berkelanjutan terhadap surat berharga AS bertenor panjang juga dinilai menopang dolar dalam jangka dekat.

    Permintaan Asing Terhadap Surat Berharga AS

    Data US Treasury International Capital (TIC, laporan arus dana lintas negara untuk pembelian/penjualan aset AS) menunjukkan bahwa dalam 12 bulan hingga Februari, pembeli asing mengakumulasi US$1.615 miliar surat berharga AS bertenor panjang. Ini mencakup obligasi dan surat utang pemerintah AS (Treasury), obligasi korporasi, saham, obligasi lembaga pemerintah (agency bonds, yaitu surat utang yang diterbitkan/ditanggung lembaga terkait pemerintah), serta instrumen jangka panjang lainnya.

    Permintaan asing atas surat berharga AS bertenor panjang diperkirakan melandai seiring waktu jika aliran dolar AS ke luar negeri berkurang. Hal ini dikaitkan dengan upaya mempersempit defisit perdagangan AS (selisih ketika impor lebih besar dari ekspor), yang dapat mengurangi “daur ulang” dolar dari luar negeri kembali ke aset AS.

    Fed funds futures (kontrak berjangka yang mencerminkan ekspektasi pasar atas suku bunga acuan The Fed) mengindikasikan peluang 45% untuk pemangkasan 25 bps (basis poin; 25 bps = 0,25%) hingga akhir tahun, sehingga suku bunga kebijakan menjadi 3,25–3,50%. Satu kali pemangkasan suku bunga hingga akhir tahun juga disebut sebagai skenario dasar yang sejalan dengan proyeksi FOMC (komite penentu kebijakan moneter The Fed).

    Pasar tetap mengabaikan proyeksi pertumbuhan global yang campuran dan lebih memperdagangkan narasi pemulihan AS. IMF baru-baru ini memproyeksikan pertumbuhan global stabil 3,2%, namun ini tertutupi oleh kekuatan ekonomi AS secara relatif. Kami sependapat bahwa fokus pasar pada pemulihan akan dominan dalam jangka dekat.

    Selisih Suku Bunga dan Strategi Volatilitas

    Kami tidak memperkirakan Dolar AS mencetak puncak siklus baru dalam beberapa bulan ke depan. Selisih suku bunga, dengan The Fed mempertahankan suku bunga di 5,25–5,50%, membuat DXY tetap tertahan dalam kisaran 103,00–107,00 belakangan ini. Stabilitas ini mengisyaratkan pelaku pasar bisa mempertimbangkan strategi menjual volatilitas (strategi opsi yang diuntungkan bila pergerakan harga kecil) pada pasangan mata uang utama.

    Selain itu, permintaan asing terhadap surat berharga AS bertenor panjang tetap kuat, memberi penopang bagi dolar. Data TIC terbaru menunjukkan arus masuk bersih asing (net foreign inflows; dana asing yang masuk bersih setelah dikurangi keluarnya dana) sebesar US$51,6 miliar dalam satu bulan pada awal tahun ini. Minat berkelanjutan terhadap aset AS membantu menopang mata uangnya.

    Meski begitu, kami memperkirakan minat asing terhadap surat berharga AS bertenor panjang akan berkurang seiring waktu, mengikuti kekhawatiran serupa yang terlihat pada 2025 terkait perubahan kebijakan perdagangan. Upaya mengelola defisit perdagangan AS yang besar pada akhirnya berarti lebih sedikit dolar mengalir ke luar negeri. Ini mengurangi kebutuhan dana tersebut untuk kembali diinvestasikan ke surat berharga AS.

    Fed funds futures kini mengindikasikan kemungkinan hanya satu atau dua kali pemangkasan suku bunga hingga akhir tahun, berbalik dari ekspektasi sebelumnya. Ini mendukung pandangan kami bahwa pergerakan akan cenderung dalam kisaran (range-bound; naik-turun terbatas). Dengan begitu, strategi seperti menjual straddle atau strangle (dua strategi opsi yang diuntungkan bila harga tidak bergerak besar; straddle memakai opsi beli dan jual di harga yang sama, strangle memakai harga yang berbeda) pada pasangan seperti EUR/USD menjadi menarik. Pelaku pasar bisa mencari peluang ketika volatilitas tersirat (implied volatility; perkiraan volatilitas yang tercermin dari harga opsi) tinggi dibanding stabilitas yang diperkirakan.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code