Ekonom Deutsche Bank memperingatkan kenaikan harga minyak dan gas akibat konflik Timur Tengah mengancam pemulihan ekonomi Jerman

    by VT Markets
    /
    Apr 17, 2026

    Ekonom Deutsche Bank mengatakan kenaikan harga minyak dan gas yang terkait konflik di Timur Tengah membebani ekonomi Jerman. Mereka mempertahankan proyeksi pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto, total nilai barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara) 2026 di 1,0%, dengan alasan kebijakan fiskal (kebijakan pemerintah terkait belanja dan pajak) yang ekspansif serta momentum pada kuartal I.

    Mereka menilai konsumsi rumah tangga, inflasi (kenaikan harga barang/jasa secara umum), dan PDB kuartalan pada 2026–2027 rentan jika gangguan energi berlangsung lebih lama. Mereka memperkirakan daya beli melemah dan ketidakpastian naik akan menahan belanja.

    Energy Prices And German Growth

    Mereka memproyeksikan pertumbuhan kuartal II nyaris stagnan, turun dari perkiraan sebelumnya 0,2% secara kuartalan (quarter-on-quarter, perbandingan dengan kuartal sebelumnya). Mereka menyebut dukungan kebijakan fiskal menopang proyeksi dasar (baseline, skenario utama) PDB kuartalan.

    Dalam skenario guncangan energi (energy shock, lonjakan harga/kelangkaan energi) yang lebih buruk, mereka memperkirakan pertumbuhan 2026 bisa turun ke sekitar 0,5%, dengan 2027 di 1,0%. Dalam kondisi itu, mereka menilai inflasi harga konsumen rata-rata tahunan bisa jauh di atas 3,0% pada 2026 dan 2027.

    Positioning For Higher Volatility

    Risiko perlambatan besar meningkat, terutama memasuki kuartal II. Survei ZEW Economic Sentiment (survei sentimen pelaku pasar/ekonomi di Jerman) terbaru untuk April turun tajam ke -5,2, mencerminkan pesimisme enam bulan ke depan. Ketegangan di Timur Tengah juga mendorong Brent (patokan harga minyak global) kembali di atas US$95 per barel pekan lalu, sehingga skenario penurunan makin masuk akal. Kondisi ini mendorong pertimbangan put option protektif (opsi jual untuk perlindungan saat harga turun) pada indeks DAX (indeks saham utama Jerman) untuk lindung nilai (hedging, mengurangi risiko) terhadap pelemahan konsumsi rumah tangga.

    Inflasi tetap menjadi faktor kunci yang bisa memperumit situasi dan menekan euro. Estimasi cepat (flash estimate, angka awal sebelum final) CPI (Consumer Price Index, indeks harga konsumen) Jerman untuk Maret 2026 menunjukkan kenaikan ke 2,9%, dan jika skenario energi negatif terjadi, inflasi bisa bertahan jauh di atas 3,0%. Lingkungan stagflasi (pertumbuhan lemah tetapi inflasi tinggi) ini menyulitkan ECB (Bank Sentral Eropa) untuk bertindak, sehingga posisi short (bertaruh harga turun) pada EUR/USD bisa menjadi strategi.

    Pemicu langsung tekanan ekonomi ini tetap pasar energi. Harga gas alam TTF Eropa (patokan harga gas di Eropa) turut naik karena level penyimpanan gas Jerman, yang dilaporkan pekan ini di 68%, sedikit di bawah rata-rata lima tahun untuk pertengahan April. Bagi pihak yang yakin situasi geopolitik tidak segera mereda, call option (opsi beli untuk diuntungkan saat harga naik) pada ETF energi (produk reksa dana yang diperdagangkan di bursa) atau kontrak berjangka minyak (oil futures, kontrak beli/jual minyak pada harga tertentu untuk waktu mendatang) memberi cara langsung untuk mengambil posisi.

    Sebaliknya, tanda-tanda penurunan harga energi dapat membuat momentum ekonomi kembali terlihat, didorong langkah dukungan fiskal yang diberlakukan pada paruh kedua 2025. Penurunan tajam harga minyak menjadi sinyal kuat untuk menutup posisi bearish (posisi yang mengandalkan penurunan harga) dan kembali menambah eksposur long (posisi yang mengandalkan kenaikan harga) pada saham Jerman. Ini membuat call option pada pemimpin sektor industri Jerman menjadi strategi yang layak untuk potensi pemulihan.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code