Meningkatnya ketegangan AS-Iran menekan Dolar Australia, AUD/USD di sekitar 0,7140 jelang data penjualan ritel AS

    by VT Markets
    /
    Apr 20, 2026

    AUD/USD melemah ke sekitar 0,7140 pada awal perdagangan Asia, Senin. Dolar Australia turun terhadap Dolar AS di tengah meningkatnya ketegangan AS–Iran. Perhatian pasar kini tertuju pada laporan Penjualan Ritel AS (Retail Sales, data belanja konsumen di toko dan online) untuk Maret yang dirilis Selasa.

    TV pemerintah Iran mengatakan pada Minggu bahwa Teheran menolak pembicaraan damai baru dengan AS setelah unggahan Presiden AS Donald Trump di Truth Social. Unggahan itu menyebut perwakilan AS akan pergi ke Pakistan untuk putaran negosiasi berikutnya pada Senin.

    Iran memblokir Selat Hormuz sejak serangan AS dan Israel pada 28 Februari. Iran pada Jumat mengatakan akan membuka kembali jalur tersebut, tetapi membatalkan keputusan itu pada Sabtu setelah Trump menolak mencabut blokade AS atas pelabuhan-pelabuhan Iran.

    Permintaan Dolar sebagai Aset Aman

    Gagalnya dialog dan risiko geopolitik (risiko dari konflik antarnegara yang bisa mengganggu ekonomi dan pasar) mendorong permintaan Dolar AS sebagai aset aman, yaitu mata uang yang biasanya diburu saat pasar panik. Ini menekan pasangan mata uang (kurs dua mata uang) dalam waktu dekat.

    Dukungan bagi Dolar Australia datang dari ekspektasi terhadap Reserve Bank of Australia (RBA/bank sentral Australia). Pasar menilai peluang kenaikan suku bunga ketiga berturut-turut ke 4,35% pada rapat 5 Mei sekitar 70–72%. Perkiraan ini terkait inflasi yang sulit turun (sticky inflation, inflasi yang bertahan tinggi) dan pasar tenaga kerja yang kuat (resilient labour market, pekerjaan dan upah masih solid).

    Pergeseran Latar Belakang April 2026

    Kondisi pada April 2026 berbeda, karena tekanan geopolitik utama mereda setelah kesepakatan penurunan ketegangan Hormuz (de-escalation accord, perjanjian untuk mengurangi konflik) yang ditandatangani akhir tahun lalu. Data pelayaran terbaru menunjukkan premi asuransi (biaya tambahan untuk menanggung risiko) untuk melintasi selat itu turun hampir 35% dibanding puncak 2025. Ini mengurangi salah satu faktor yang sebelumnya menguatkan Dolar AS dan menekan Dolar Australia.

    Namun, kondisi domestik Australia juga berubah. Berbeda dari sikap ketat tahun lalu (hawkish, cenderung menaikkan suku bunga untuk menahan inflasi), RBA kini menahan suku bunga lebih lama (prolonged pause, jeda pengetatan). Ini terjadi setelah laporan CPI (Consumer Price Index/Indeks Harga Konsumen, ukuran inflasi) kuartal I 2026 menunjukkan inflasi turun ke 3,1%, jauh di bawah 4,5% pada awal 2025. Ini membatasi potensi penguatan AUD, karena ekspektasi kenaikan suku bunga sudah “dipricing in” (sudah sepenuhnya tercermin di harga pasar) menjadi nol untuk sisa tahun ini.

    Dengan ekonomi AS masih kuat, terlihat dari tambahan 215.000 pekerjaan pada Maret 2026, Dolar AS tetap memiliki dukungan. Ini membuat AUD/USD cenderung bergerak dalam rentang (range, naik-turun di kisaran tertentu). Trader dapat mempertimbangkan strategi opsi seperti menjual strangle (menjual opsi beli/call dan opsi jual/put pada harga kesepakatan berbeda) untuk mengantongi premi (premium, uang yang diterima penjual opsi), dengan asumsi pasangan ini tidak menembus kisaran besar dalam beberapa minggu ke depan.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code