PBoC China Pertahankan Suku Bunga di 3%, Sesuai Ekspektasi Pasar dan Tanpa Perubahan Mengejutkan

    by VT Markets
    /
    Apr 20, 2026

    Bank sentral China, People’s Bank of China (PBOC), mempertahankan keputusan suku bunga sesuai perkiraan pasar. Suku bunga yang diumumkan berada di 3%.

    Keputusan ini berarti tidak ada perubahan pada tingkat suku bunga acuan pada rapat ini. Tidak ada angka tambahan atau rincian kebijakan lain dalam pembaruan tersebut.

    Reaksi Pasar dan Fokus Kebijakan

    Keputusan PBOC menahan suku bunga pinjaman utama di 3% sudah sepenuhnya diperkirakan pasar, sehingga kecil kemungkinan ada guncangan langsung. Karena tidak ada kejutan, perhatian pelaku pasar kini bergeser ke sinyal kebijakan berikutnya dan data ekonomi yang akan rilis. Keputusan ini menunjukkan otoritas lebih memprioritaskan stabilitas nilai tukar dibanding dorongan besar-besaran untuk mengerek ekonomi dalam waktu dekat.

    Dengan perbedaan arah kebijakan dibanding negara Barat—di mana bank sentral AS, Federal Reserve, menahan suku bunganya di sekitar 4,75%—tekanan terhadap yuan berpotensi berlanjut. Pola ini terlihat berulang pada 2025 dan mendorong pelemahan yuan secara bertahap. Karena itu, pelaku pasar dapat mempertimbangkan membeli opsi call pada pasangan USD/CNH (opsi untuk membeli; USD/CNH adalah kurs dolar AS terhadap yuan offshore/yuan yang diperdagangkan di luar China) untuk lindung nilai atau mencari peluang keuntungan jika yuan melemah dalam beberapa pekan ke depan.

    Untuk pasar saham, tidak adanya penurunan suku bunga menghilangkan pemicu yang biasanya bisa mendorong reli besar. Dengan pertumbuhan PDB (produk domestik bruto) China kuartal I yang moderat di 4,8% serta data output industri Maret yang melemah, indeks saham China seperti A50 kemungkinan bergerak dalam kisaran (naik-turun terbatas). Ini membuat strategi seperti menjual opsi call out-of-the-money (opsi call dengan harga kesepakatan di atas harga saat ini, sehingga peluang dieksekusi lebih kecil) pada kontrak berjangka indeks (futures, yaitu kontrak jual-beli pada harga tertentu di masa depan) menarik untuk memperoleh pemasukan dari pasar yang cenderung mendatar.

    Sikap kebijakan yang stabil ini juga berdampak pada komoditas yang terkait pertumbuhan China, seperti tembaga dan bijih besi. Penahanan suku bunga mengindikasikan permintaan cenderung stabil, tetapi tidak makin cepat, sehingga kenaikan harga berpotensi tertahan. Setelah periode yang sangat bergejolak pada akhir 2025, gejolak harga opsi komoditas (volatilitas, yaitu ukuran besar-kecilnya pergerakan harga) bisa menurun. Ini dapat membuka peluang menjual strategi strangle pada kontrak berjangka (menjual satu opsi call dan satu opsi put—opsi untuk menjual—dengan harga kesepakatan berbeda) dengan asumsi harga tidak akan menembus jauh ke atas atau ke bawah.

    Perkiraan Volatilitas dan Pemicu Berikutnya

    Volatilitas tersirat (implied volatility, yaitu perkiraan pasar atas besarnya pergerakan harga di masa depan yang tercermin dari harga opsi) kemungkinan turun sesaat setelah pengumuman karena peristiwa yang sudah diketahui telah berlalu. Perhatian berikutnya tertuju pada rilis data besar pada Mei sebagai pemicu baru. Ini bisa menjadi momen untuk mempertimbangkan membeli opsi berjangka lebih panjang (longer-dated, opsi dengan jatuh tempo lebih lama) yang lebih murah, untuk bersiap jika volatilitas meningkat pada paruh kedua kuartal II.

    Buat akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code