USD/JPY Dekati 159,00, Konflik AS-Iran dan Penutupan Selat Hormuz Tekan Yen; Kekhawatiran Intervensi Meningkat

    by VT Markets
    /
    Apr 20, 2026

    USD/JPY naik mendekati 159,00 pada awal perdagangan Eropa, Senin. Yen Jepang melemah karena ketegangan AS-Iran kembali meningkat dan laporan bahwa Selat Hormuz ditutup ikut mendukung Dolar AS. Selat Hormuz adalah jalur laut utama untuk pengiriman minyak dunia; penutupan jalur ini biasanya mendorong investor mencari aset yang dianggap lebih aman, termasuk Dolar AS.

    Presiden AS Donald Trump pada Minggu mengatakan Marinir AS mengambil alih sebuah kapal yang mencoba melewati blokade Amerika atas pelabuhan Iran, menurut Guardian. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengatakan blokade AS atas pelabuhan dan garis pantai Iran adalah tindakan agresi yang melanggar gencatan senjata (kesepakatan menghentikan tembakan sementara).

    Ketegangan Geopolitik Mengangkat Dolar

    Sengketa yang berlanjut ini menopang Dolar AS dalam jangka dekat. Hal ini menjaga USD/JPY tetap menguat di sekitar 159,00.

    Gubernur Bank of Japan (BoJ/bank sentral Jepang) Kazuo Ueda pada Jumat menghindari sinyal kenaikan suku bunga pada April, dengan alasan ketidakpastian dari “guncangan pasokan negatif” (gangguan pasokan yang membuat barang/energi lebih sulit didapat sehingga harga terdorong naik) terkait perang. Pasar secara luas memperkirakan BoJ menahan suku bunga setidaknya hingga Juni 2026.

    Pejabat Jepang juga meningkatkan pemantauan nilai tukar. Menteri Keuangan Satsuki Katayama mengatakan Jepang memantau pasar dengan “rasa urgensi yang tinggi” dan bisa bertindak terhadap pergerakan spekulatif (pergerakan yang didorong transaksi jangka pendek untuk mencari untung cepat, bukan kebutuhan ekonomi riil).

    Fokus Pasar Bergeser ke Kebijakan Moneter

    Saat ini, risiko geopolitik dari Iran mereda, dan fokus beralih sepenuhnya ke kebijakan moneter (arah suku bunga dan langkah bank sentral mengatur likuiditas). Data inflasi inti (core CPI, inflasi yang biasanya tidak memasukkan harga pangan dan energi yang sangat bergejolak) Jepang terbaru tetap tinggi di 2,8%, jauh di atas target BoJ, sehingga tekanan agar bank sentral bertindak meningkat. Dengan pasangan mata uang ini naik kembali ke 156,50, pasar kini memasang harga peluang hampir pasti untuk kenaikan suku bunga pada rapat Juni 2026.

    Bagi pelaku pasar derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan kontrak berjangka), situasi ini mengubah strategi dari mengantisipasi intervensi mendadak menjadi bersiap untuk perubahan kebijakan yang terjadwal. Opsi adalah kontrak yang memberi hak (bukan kewajiban) untuk membeli atau menjual di harga tertentu. Strategi sebelumnya, membeli put out-of-the-money (opsi jual dengan harga kesepakatan di bawah harga pasar saat ini, biasanya lebih murah namun butuh pergerakan besar agar bernilai), dulu cocok sebagai lindung nilai terhadap intervensi pada 2025. Kini fokusnya sebaiknya pada rapat BoJ Juni. Strategi yang bisa dipertimbangkan adalah membeli straddle atau strangle yang jatuh tempo akhir Juni untuk menangkap potensi lonjakan volatilitas (gejolak harga) di sekitar keputusan bank sentral. Straddle adalah membeli opsi beli (call) dan opsi jual (put) pada harga kesepakatan yang sama, sedangkan strangle membeli call dan put pada harga kesepakatan berbeda, biasanya lebih murah namun butuh pergerakan lebih besar.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code