Data kompilasi FXStreet menunjukkan harga emas di India melemah, dengan harga turun lebih lanjut sepanjang sesi perdagangan.

    by VT Markets
    /
    Apr 21, 2026

    Harga emas di India turun pada Selasa, berdasarkan data yang dihimpun FXStreet. Emas dipatok di INR 14.428,73 per gram, turun dari INR 14.513,10 pada Senin.

    Harga per tola turun ke INR 168.293,80 dari INR 169.277,90 sehari sebelumnya. Patokan lain yang tercantum adalah INR 144.287,30 untuk 10 gram dan INR 448.784,40 per troy ounce (ons troi, satuan standar untuk logam mulia).

    Bagaimana FXStreet Menghitung Harga Emas Lokal

    FXStreet mengonversi harga emas internasional ke rupee India dengan memakai kurs USD/INR dan satuan lokal. Angka diperbarui setiap hari saat publikasi dan hanya sebagai acuan, karena harga di pasar setempat bisa berbeda sedikit.

    Emas sering dipakai sebagai penyimpan nilai (aset yang cenderung menjaga daya beli) dan alat tukar, serta digunakan untuk perhiasan. Emas juga dipakai sebagai lindung nilai (hedging), yaitu cara mengurangi risiko, terhadap inflasi (kenaikan harga barang/jasa) dan pelemahan nilai mata uang.

    Bank sentral adalah pemegang emas terbesar dan dapat membelinya untuk diversifikasi cadangan (menyebar aset agar risiko tidak terkonsentrasi). Data World Gold Council menyebut bank sentral menambah 1.136 ton senilai sekitar US$70 miliar pada 2022, pembelian tahunan tertinggi dalam catatan.

    Harga emas sering bergerak berlawanan arah dengan Dolar AS dan US Treasuries (obligasi pemerintah AS). Emas juga bisa bergerak berlawanan dengan aset berisiko (misalnya saham). Harga dipengaruhi risiko geopolitik, kekhawatiran resesi, suku bunga, dan Dolar AS karena emas diperdagangkan dalam dolar (XAU/USD, simbol untuk emas terhadap dolar).

    Penggerak Pasar Utama yang Perlu Dipantau

    Ketika inflasi sulit turun, emas tetap menjadi aset penting untuk lindung nilai. Hal ini terlihat sepanjang 2025, saat inflasi inti (core inflation, yaitu inflasi tanpa komponen yang bergejolak seperti pangan dan energi) bertahan di atas 3% di AS dan Eropa. Tekanan harga yang bertahan ini mendukung alasan memegang emas sebagai penyimpan nilai.

    Pembelian bank sentral menjadi penopang kuat permintaan di pasar. Dalam beberapa tahun terakhir, bank sentral menambah lebih dari 1.000 ton ke cadangan pada 2022 dan 2023, dan berlanjut hingga 2025. Permintaan konsisten dari lembaga resmi ini membantu membentuk “lantai” harga (level yang menahan penurunan), sehingga risiko penurunan bagi pelaku pasar lebih terbatas.

    Fokus utama beberapa pekan ke depan adalah kebijakan suku bunga. Setelah menahan suku bunga untuk sebagian besar 2025, pasar kini memperhitungkan peluang penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (bank sentral AS) pada kuartal III-2026. Karena emas tidak memberi imbal hasil (non-yielding, tidak ada bunga/kupon), emas cenderung lebih menarik ketika suku bunga diperkirakan turun.

    Ekspektasi suku bunga lebih rendah ini sudah menekan Dolar AS. Karena emas dihargai dalam dolar, dolar yang melemah biasanya mendorong harga emas naik. Hubungan berlawanan arah ini akan menjadi pendorong penting kinerja emas ke depan.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code