GBP/USD Menguat Tipis ke Dekat 1,3515 Saat Inflasi Inggris Dicermati, sementara Data AS yang Solid Membatasi Kenaikan Pound

    by VT Markets
    /
    Apr 22, 2026

    GBP/USD diperdagangkan di dekat 1,3515 pada Rabu, naik 0,06%, setelah rilis data inflasi terbaru Inggris dan ketika pasar menimbang prospek kebijakan moneter (kebijakan suku bunga dan pengaturan jumlah uang beredar oleh bank sentral) Inggris dan AS. CPI Inggris (Consumer Price Index/Indeks Harga Konsumen—ukuran inflasi dari perubahan harga barang dan jasa) naik ke 3,3% secara tahunan (year on year/yoy) pada Maret dari 3% pada Februari, sesuai perkiraan.

    CPI bulanan (month on month/mom) naik 0,7%, di atas perkiraan 0,6% dan menjadi kenaikan terkuat dalam hampir setahun. Inflasi inti (core inflation—inflasi yang mengecualikan harga energi dan pangan yang cenderung bergejolak) naik 3,1% yoy, sedikit di bawah perkiraan 3,2%.

    Inflasi Inggris Dan Prospek BoE

    Biaya energi yang terkait ketegangan Timur Tengah mendorong inflasi utama (headline inflation—angka inflasi keseluruhan), sementara inflasi inti melandai. Ini membuat perdebatan tetap terbuka apakah Bank of England/BoE (bank sentral Inggris) akan menahan suku bunga acuannya (benchmark rate—suku bunga utama rujukan pasar) di 3,75% pada rapat 30 April.

    Ukuran harga lain di Inggris juga lebih tinggi dari perkiraan. Input Producer Prices (harga input produsen—biaya bahan baku/biaya produksi yang dibayar produsen) naik 4,4% mom dan 5,4% yoy pada Maret, sementara retail prices (indeks harga ritel—ukuran inflasi yang lebih luas dan lebih lama digunakan di Inggris) naik 0,8% mom dan 4,1% yoy.

    Geopolitik juga memengaruhi kondisi risiko setelah perpanjangan gencatan senjata terkait Iran, di tengah ketidakpastian lanjutan setelah perundingan gagal. AS mempertahankan blokade terhadap kapal-kapal Iran, dan Iran memperingatkan kemungkinan pembalasan.

    Di AS, Retail Sales (penjualan ritel—indikator belanja konsumen) naik 1,7% mom pada Maret dibanding perkiraan 1,4%, setelah Februari direvisi menjadi 0,7%, dan naik 4% yoy. Data PMI Inggris April (Purchasing Managers’ Index/indeks manajer pembelian—indikator awal aktivitas bisnis) dijadwalkan Kamis, disusul Retail Sales Inggris Maret pada Jumat.

    Kami melihat inflasi utama Inggris 3,3%, namun angka inti yang lebih lunak 3,1% memberi BoE alasan untuk mempertahankan suku bunga di 3,75%. Ini membatasi penguatan Pound, karena pasar bisa enggan memperhitungkan kenaikan suku bunga lanjutan. Dinamika serupa terjadi pada akhir 2023, ketika bank sentral mengabaikan lonjakan harga yang dipicu energi dan lebih fokus pada tekanan harga dasar yang mulai mereda.

    Strategi Dan Pantauan Volatilitas

    Dolar AS terdorong data domestik yang kuat, dengan penjualan ritel AS melonjak 1,7% dalam sebulan. Risiko geopolitik terkait Iran juga mendorong arus dana ke dolar sebagai aset safe haven (aset lindung nilai yang biasanya dicari saat pasar bergejolak). Pada awal 2022, Dollar Index (DXY—indeks kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama) mencatat reli lebih dari 15% saat ketidakpastian global meningkat, pola yang bisa terulang.

    Dengan tekanan yang saling bertolak belakang ini, kami menilai ruang kenaikan GBP/USD dalam waktu dekat terbatas. Trader dapat mempertimbangkan menjual call options berjangka pendek (opsi beli—hak membeli pada harga tertentu dalam periode tertentu) dengan strike price (harga kesepakatan eksekusi) di sekitar 1,3600. Strategi ini memungkinkan menerima premium (premi—imbalan yang diterima penjual opsi) sambil bertaruh bahwa BoE yang cenderung menahan suku bunga dan dolar yang kuat akan membatasi reli.

    Volatilitas (ukuran besarnya ayunan harga) menjadi faktor utama untuk dipantau dalam beberapa hari ke depan, mengingat rilis PMI Inggris dan penjualan ritel. Secara historis, implied volatility (volatilitas tersirat—perkiraan volatilitas yang tercermin dari harga opsi) untuk opsi satu minggu GBP/USD dapat naik 20–30% menjelang rilis data penting dan rapat bank sentral. Kami memperkirakan kenaikan serupa jelang keputusan 30 April.

    Untuk memanfaatkan perkiraan lonjakan ayunan harga ini, membeli straddle atau strangle dapat menjadi strategi. Straddle (membeli opsi beli dan opsi jual pada strike yang sama) dan strangle (membeli opsi beli dan opsi jual dengan strike berbeda) berpotensi untung dari pergerakan tajam ke salah satu arah tanpa harus menebak arahnya. Ini mencerminkan kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code