AUD/USD bergerak dalam kisaran sempit dekat 0,7160, naik 0,12%, seiring ketegangan di Timur Tengah tetap tinggi. S&P 500 mencetak rekor tertinggi sepanjang masa karena minat pada aset berisiko meningkat, tetapi penguatan Dolar AS membatasi kenaikan.
Presiden AS Trump memperpanjang gencatan senjata, sementara Iran menyita dua kapal kontainer di Selat Hormuz. Selat itu tetap ditutup, dengan AS menyita kapal tanker berbendera Iran dan Iran mengambil dua kapal kargo.
Fokus Beralih Ke Data AS
Perhatian tertuju pada data Klaim Pengangguran Awal AS (Initial Jobless Claims, yaitu jumlah orang yang pertama kali mengajukan tunjangan pengangguran) untuk pekan yang berakhir 18 April, diperkirakan 212 ribu dibanding 207 ribu sebelumnya. Pasar juga menanti S&P Global Flash PMI April (PMI kilat, indikator awal aktivitas bisnis; angka di atas 50 berarti ekspansi, di bawah 50 berarti kontraksi), dengan manufaktur diperkirakan 52,5 dan jasa 50.
Australia akan merilis S&P Global Flash PMI April setelah data Maret menunjukkan kontraksi, dengan manufaktur 49,8 dan jasa 46,3. AS tidak memiliki rilis data besar pada Rabu.
Pada grafik, AUD/USD diperdagangkan di sekitar 0,7156 dan bertahan di atas SMA (Simple Moving Average, rata-rata pergerakan sederhana) 50-, 100-, dan 200-hari di dekat 0,7048. RSI (14) (Relative Strength Index, indikator momentum untuk melihat kuat-lemahnya pergerakan; umumnya di atas 70 jenuh beli dan di bawah 30 jenuh jual) berada di 62, dengan support (area penopang harga) sekitar 0,7156 dan 0,7057–0,7048, serta resistance (area hambatan harga) di 0,7495, 0,7765, dan 0,8015.
Selisih Suku Bunga Dorong Tren
Saat ini, Reserve Bank of Australia (RBA) menahan suku bunga acuannya (cash rate) di 4,35% dan memberi sinyal puncak siklus kenaikan suku bunga, sementara Federal Reserve AS mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi. Ini menciptakan keunggulan imbal hasil (yield advantage, artinya imbal hasil aset berdenominasi dolar AS lebih menarik) bagi Greenback (sebutan untuk Dolar AS). Inflasi Australia melambat menjadi 3,4% (year-over-year, dibanding periode yang sama tahun lalu), mendukung sikap RBA yang hati-hati. Perbedaan kebijakan ini menjadi hambatan besar bagi pasangan AUD/USD.
Selain itu, permintaan dari China, mitra utama Australia, masih menjadi perhatian. Data terbaru menunjukkan Caixin Manufacturing PMI China di 50,9, yang berarti ekspansi tipis dan belum cukup mengangkat sentimen ekspor komoditas Australia. Harga bijih besi juga turun dari level tertinggi terbaru, sehingga menekan nilai dolar Australia.
Untuk trader derivatif (instrumen turunan, yaitu produk yang nilainya mengikuti aset acuan seperti kurs), kondisi ini mendukung strategi yang diuntungkan dari penurunan lanjutan atau pergerakan mendatar. Membeli opsi put (hak, bukan kewajiban, untuk menjual pada harga tertentu) pada AUD/USD bisa menjadi perlindungan dan peluang bila harga terus turun menuju 0,6500. Alternatifnya, bear put spread (strategi opsi: beli put dan jual put lain pada strike lebih rendah untuk menekan biaya, dengan risiko dan potensi hasil yang dibatasi) dapat dipakai untuk menurunkan biaya awal posisi.
Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.