GBP/USD Bergerak Stabil di Sekitar 1,35 Saat Pelaku Pasar Menanti Rilis PMI Inggris dan Penjualan Ritel di Tengah Perdagangan yang Bergejolak dan Penuh Ketidakpastian

    by VT Markets
    /
    Apr 23, 2026

    GBP/USD menutup perdagangan Rabu di dekat 1,3510 setelah bergerak di rentang 1,3540 di London hingga 1,3490 pada sesi berikutnya. Pasangan ini bertahan dalam rentang 65 pip (satuan perubahan harga kecil pada forex), dengan sumbu candlestick yang panjang (ekor grafik yang menunjukkan harga sempat bergerak jauh sebelum kembali), menandakan arah pasar yang masih campur aduk.

    CPI Inggris (Indeks Harga Konsumen, ukuran inflasi) naik 0,7% secara bulanan (month-on-month) pada Maret, di atas perkiraan 0,6%, dan CPI tahunan (year-on-year) naik menjadi 3,3%. Core CPI (inflasi inti, tidak memasukkan harga pangan dan energi yang biasanya lebih bergejolak) turun ke 3,1% secara tahunan, lebih rendah dari perkiraan 3,2%.

    Data Penting Inggris dan AS Menanti

    Kamis, PMI awal (flash PMI, survei cepat aktivitas bisnis) Inggris diperkirakan 49,9 untuk Manufaktur dan 49,8 untuk Komposit (gabungan beberapa sektor), sementara GfK Consumer Confidence (indeks keyakinan konsumen) diperkirakan -25 dari -21. Jumat, Retail Sales Inggris (penjualan ritel) diperkirakan 0,2% secara bulanan setelah -0,4% pada Februari.

    Data AS Kamis mencakup flash PMI, dengan Jasa diperkirakan sekitar 50 dan Manufaktur sekitar 52,5, serta Initial Jobless Claims (klaim awal tunjangan pengangguran) diperkirakan 212 ribu dari 207 ribu. Jumat, ekspektasi inflasi 1 tahun University of Michigan (survei perkiraan inflasi konsumen) diproyeksikan 4,8%.

    Pada grafik 15 menit, GBP/USD berada di 1,3506, di bawah pembukaan hari itu di 1,3517, dengan Stochastic RSI (indikator momentum untuk melihat kondisi jenuh beli/jenuh jual) di sekitar 40. Pada grafik harian, nilainya 1,3501, di atas EMA 50-hari (rata-rata bergerak eksponensial yang memberi bobot lebih pada harga terbaru) di 1,3427 dan EMA 200-hari di 1,3357, dengan Stochastic RSI di sekitar 87.

    Kita bisa melihat bagaimana pasar sempat “mengencang” karena ketidakpastian pada 2025, dengan GBP/USD tertahan di dekat 1,35 di tengah sinyal yang saling bertentangan. Data saat itu menunjukkan dilema klasik Bank of England: inflasi utama (headline inflation, inflasi keseluruhan) yang masih tinggi, sementara aktivitas ekonomi melemah. Keraguan ini memicu pergerakan harga yang berombak naik-turun seperti yang dijelaskan.

    Kekhawatiran perlambatan Inggris yang muncul dalam proyeksi 2025 terbukti, karena PDB (GDP) kuartal IV 2025 menyusut 0,2%, mengonfirmasi resesi teknis (biasanya berarti ekonomi mengalami kontraksi dua kuartal berturut-turut). Data terbaru dari Office for National Statistics menunjukkan inflasi Inggris kemudian turun ke 2,8%, namun Bank of England menahan suku bunga di 5,0% karena pertumbuhan upah tetap tinggi di atas 4%. Ini membuat pound tertekan karena pasar menilai risiko kesalahan kebijakan.

    Pendorong, Strategi, dan Posisi

    Di sisi lain, kekuatan dolar ditopang oleh penutupan Selat Hormuz sepanjang sebagian besar 2025, yang kemudian diselesaikan lewat jalur diplomasi pada awal 2026. Fokus pasar lalu kembali ke perbedaan arah kebijakan moneter (monetary policy divergence, saat bank sentral mengambil langkah berbeda), di mana Federal Reserve masih lebih hawkish (cenderung mendukung suku bunga lebih tinggi untuk menekan inflasi) dibanding Bank of England, dengan alasan inflasi jasa inti (core services inflation, inflasi pada sektor jasa yang dianggap lebih “melekat”) masih di atas 3,5% per Maret 2026. Perbedaan ini menjadi faktor penting yang mendorong GBP/USD turun dari area 1,35 ke kisaran perdagangan saat ini sekitar 1,2950.

    Dengan latar ini, pasar kemungkinan masih dipengaruhi perbedaan kebijakan tersebut. Ini berarti membeli opsi put GBP/USD berjangka panjang (kontrak opsi yang memberi hak menjual di harga tertentu pada periode lebih lama) bisa menjadi cara lindung nilai (hedging, mengurangi risiko) terhadap pelemahan sterling jika ekonomi Inggris terus kalah kuat. Volatilitas (besar-kecilnya ayunan harga) kemungkinan naik menjelang rapat bank sentral, sehingga strategi straddle atau strangle (membeli opsi call dan put sekaligus dengan harga strike sama/berbeda untuk mengejar pergerakan besar meski arah belum pasti) dapat dipertimbangkan trader yang menunggu penembusan.

    Selisih suku bunga AS dan Inggris melebar dalam setahun terakhir, membuat carry trade (strategi mencari keuntungan dari perbedaan suku bunga) lebih menarik. Trader dapat mempertimbangkan kontrak forward (kesepakatan menukar mata uang di harga tertentu untuk tanggal mendatang) untuk short GBP/USD (posisi jual), sambil mengambil “carry” positif dari memegang dolar dibanding pound. Namun perlu diingat, jika Bank of England tiba-tiba lebih hawkish, posisi ini bisa cepat berbalik merugikan (unwind, penutupan posisi secara cepat karena perubahan kondisi).

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code