USD/CAD diperdagangkan di dekat 1,3670 pada Kamis dan hampir tidak berubah pada hari itu. Pergerakan masih terbatas dalam kisaran (range-bound: harga naik-turun di rentang sempit tanpa arah jelas) menjelang rilis PMI S&P Global Amerika Serikat.
Dolar Kanada mendapat penopang dari kenaikan harga minyak yang terkait meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. West Texas Intermediate (WTI: patokan harga minyak mentah AS) naik untuk hari keempat beruntun dan diperdagangkan dekat US$92,70 per barel karena kekhawatiran gangguan pasokan.
Risiko Pasar Minyak dan Ketegangan Selat Hormuz
Kekhawatiran pasokan berpusat pada peristiwa yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat di sekitar Selat Hormuz (jalur pelayaran penting untuk ekspor minyak global). Laporan juga menyebut insiden yang melibatkan kapal serta berlanjutnya blokade angkatan laut AS (pembatasan pergerakan kapal di area tertentu).
Kenaikan Dolar Kanada terbatas karena Dolar AS menguat dalam suasana risk-off (pelaku pasar menghindari aset berisiko dan memilih aset aman). Dolar AS ditopang ketidakpastian geopolitik yang berlanjut dan minimnya kemajuan upaya diplomatik.
Ekspektasi terhadap Federal Reserve (The Fed: bank sentral AS) juga memengaruhi perdagangan. Pasar memperkirakan penurunan suku bunga terbatas, sementara data AS yang kuat dan tekanan inflasi yang bertahan—termasuk dari energi—mendukung sikap The Fed yang berhati-hati (cautious: tidak cepat melonggarkan kebijakan).
Perhatian kemudian beralih ke data PMI S&P Global AS untuk April. Data ini menjadi agenda penting berikutnya.
Bagaimana Pengaturan 2026 Berbeda dari 2025
Kita perlu mengingat dinamika pasar pada 2025, ketika USD/CAD terjebak dalam kisaran sempit di sekitar 1,3670. Saat itu, harga minyak yang tinggi akibat ketegangan Timur Tengah menjadi pendorong utama yang menopang dolar Kanada. Namun situasi pada 23 April 2026 telah berubah besar dan membuka peluang baru.
Premi risiko geopolitik pada minyak (risk premium: tambahan harga karena risiko konflik/gangguan pasokan) mereda sejak konfrontasi angkatan laut pada 2025. Dengan jalur diplomatik yang mengurangi ancaman pasokan di sekitar Selat Hormuz, WTI kini diperdagangkan lebih dekat ke US$78 per barel, turun tajam dari area US$92. Ini menghapus salah satu penopang utama “loonie” (sebutan untuk dolar Kanada), sehingga USD/CAD berangsur naik menuju 1,3850 seperti terlihat saat ini.
Pendorong dolar AS juga bergeser dari sekadar permintaan safe-haven (safe-haven: aset yang dianggap lebih aman saat pasar bergejolak) menjadi cerita perbedaan arah kebijakan moneter (monetary policy divergence: kebijakan suku bunga bank sentral yang bergerak tidak searah). Meski The Fed melakukan dua kali pemangkasan suku bunga pada akhir 2025, data terbaru menunjukkan inflasi jasa (services inflation: kenaikan harga di sektor layanan) tetap tinggi, sehingga The Fed memilih jeda ketat (hawkish pause: menahan diri untuk tidak memangkas suku bunga dan tetap condong ketat). Sebaliknya, Bank of Canada menghadapi pasar perumahan yang melemah sehingga peluang langkah berikutnya berupa pemangkasan suku bunga meningkat, memperlebar selisih kebijakan yang menguntungkan dolar AS.
Indikator ekonomi saat ini memberi sinyal berbeda dibanding tahun lalu. PMI S&P Global terbaru untuk AS turun tak terduga ke 49,5, menandakan kontraksi ringan (contraction: aktivitas bisnis menyusut; angka di bawah 50 umumnya berarti penurunan) dan mengisyaratkan kebijakan ketat The Fed mulai mendinginkan ekonomi. Ini menjadi risiko bagi reli dolar belakangan ini dan menunjukkan perlunya strategi untuk melindungi dari potensi koreksi (pullback: penurunan sementara) USD/CAD.
Dengan kondisi tersebut, bisa dipertimbangkan membeli CAD call out-of-the-money (opsi beli dolar Kanada dengan harga kesepakatan di luar level pasar saat ini; lebih murah tapi butuh pergerakan besar agar untung) dengan jatuh tempo musim panas. Volatilitas tersirat (implied volatility: perkiraan gejolak harga yang tercermin dalam harga opsi) kini jauh lebih rendah dibanding saat gejolak geopolitik 2025, sehingga opsi relatif murah. Ini memberi cara berbiaya rendah untuk bersiap jika dolar Kanada menguat secara mengejutkan apabila data ekonomi AS terus melemah.