Klaim awal tunjangan pengangguran (jumlah orang yang pertama kali mengajukan bantuan pengangguran) di AS untuk pekan yang berakhir 17 April tercatat 214.000. Perkiraan sebelumnya 212.000.
Menengok ke April 2025, angka klaim awal pengangguran yang sedikit lebih tinggi dari perkiraan (214 ribu) menjadi sinyal awal. Angka ini, bersama data lain sepanjang tahun lalu, memperkuat alasan bahwa ekonomi mulai mendingin seperti yang terlihat sekarang. Tren pasar tenaga kerja yang melemah berlanjut, dengan laporan ketenagakerjaan Maret 2026 menunjukkan kenaikan hanya 150.000 pekerjaan, jauh di bawah rata-rata tahun sebelumnya.
Implikasi untuk Kebijakan The Fed
Dengan konteks ini, kami menilai perubahan arah (pivot) Federal Reserve (bank sentral AS) menuju pelonggaran kebijakan menjadi makin jelas. CME FedWatch Tool (alat yang mengukur peluang arah suku bunga dari harga kontrak berjangka) kini menunjukkan probabilitas lebih dari 70% untuk pemangkasan suku bunga pada pertemuan September 2026, terutama karena inflasi inti (inflasi tanpa komponen harga yang sangat bergejolak seperti pangan dan energi) akhirnya mendekati 2,5%. Karena itu, trader dapat mempertimbangkan membeli call atau call spread (strategi opsi untuk diuntungkan saat harga naik, dengan call spread membatasi potensi untung dan rugi) pada futures SOFR (kontrak berjangka berbasis suku bunga acuan pasar uang jangka pendek AS) untuk mengambil posisi atas potensi penurunan suku bunga.
Perubahan kebijakan ini menambah ketidakpastian, yang biasanya meningkatkan volatilitas pasar (naik-turunnya harga yang lebih tajam). Ketegangan antara suku bunga yang lebih rendah yang cenderung mendukung saham dan ekonomi yang melambat yang membebani prospek laba menciptakan kondisi yang rawan pergerakan harga besar. Karena itu, kami mempertimbangkan membeli call VIX (opsi pada indeks volatilitas yang sering disebut “indeks ketakutan”) sebagai cara langsung untuk bertaruh volatilitas pasar naik dalam beberapa pekan ke depan.
The Fed yang dovish (cenderung mendukung suku bunga lebih rendah) secara historis melemahkan dolar AS karena selisih suku bunga antarnegara menyempit. Kami melihat Dollar Index (DXY) (indeks nilai dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama) turun hampir 5% dalam enam bulan setelah pivot terakhir The Fed pada 2019. Karena itu, menggunakan opsi untuk membangun posisi long (posisi beli untuk mendapat keuntungan jika harga naik) pada pasangan seperti EUR/USD atau GBP/USD tampak masuk akal.
Risiko Kredit dan Lindung Nilai
Pelemahan ekonomi yang tersirat dari data pasar tenaga kerja ini juga meningkatkan kekhawatiran terhadap kredit korporasi (kemampuan perusahaan membayar utang). Kami memperkirakan credit spread (selisih imbal hasil obligasi korporasi dibanding obligasi pemerintah, sebagai ukuran risiko) akan melebar seiring kondisi pendanaan perusahaan menjadi lebih berat. Trader dapat mempertimbangkan membeli proteksi melalui indeks credit default swap seperti CDX IG (indeks asuransi gagal bayar untuk obligasi/perusahaan kategori investment grade, yaitu peringkat utang relatif tinggi) untuk lindung nilai atau mengambil peluang dari potensi pelemahan ini.