Sikap risk-off menguat setelah Iran menampik keluarnya Ghalibaf dari perundingan, mendorong harga minyak mentah pada sesi AS naik

    by VT Markets
    /
    Apr 24, 2026

    Laporan dari N12 News Israel menyebut Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mundur dari tim perunding Iran. Judul berita itu memicu sikap menghindari risiko (risk aversion, yaitu investor cenderung menjual aset berisiko dan pindah ke aset yang dianggap aman) pada sesi AS Kamis, mendorong harga minyak mentah melonjak dan menopang Dolar AS.

    Laporan tersebut mengisyaratkan peluang tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran menurun. Namun, beberapa jurnalis Iran kemudian membantah klaim itu, termasuk Mohammad Ghaderi di X, yang mengatakan laporan tersebut tidak benar.

    Ketegangan Timur Tengah Meningkat

    Presiden AS Donald Trump menulis di Truth Social: “Saya punya waktu sebanyak apa pun, tetapi Iran tidak — waktu terus berjalan!.” Sebelumnya, ia berkata: “Iran sangat kesulitan menentukan siapa pemimpin mereka!”.

    Presiden Iran Masoud Pezeshkian merespons dengan mengatakan Iran tidak memiliki kubu garis keras maupun moderat, dan menekankan persatuan di bawah Pemimpin Tertinggi. Ia menambahkan: “Satu Tuhan, satu bangsa, satu pemimpin, satu jalan; kemenangan untuk Iran, lebih berharga dari hidup.”

    Di pasar, ketidakpastian membuat Dolar AS tetap kuat di pasar valuta asing (foreign exchange/FX, yaitu perdagangan mata uang). West Texas Intermediate (WTI, patokan harga minyak mentah AS) mempertahankan kenaikan harian dan diperdagangkan di sekitar US$94.

    Karena itu, membeli call option jangka dekat pada kontrak berjangka (futures, yaitu kontrak untuk membeli/menjual aset pada harga dan waktu tertentu di masa depan) minyak mentah dapat menjadi strategi dengan risiko terbatas untuk mengambil peluang dari potensi lonjakan harga. Call option (opsi beli, hak—bukan kewajiban—untuk membeli pada harga tertentu) memungkinkan trader memanfaatkan kenaikan jika berita memburuk, tanpa risiko kerugian tak terbatas. Terlihat kenaikan open interest (jumlah kontrak opsi yang masih terbuka/belum ditutup) pada call option WTI Juni strike US$95, menandakan minat terhadap strategi ini meningkat.

    Di luar energi, risiko geopolitik ini mendorong sikap defensif pada portofolio saham. Kami menilai lindung nilai (hedging, upaya mengurangi risiko) bisa dilakukan dengan membeli put option (opsi jual, hak untuk menjual pada harga tertentu) pada indeks besar seperti S&P 500. CBOE Volatility Index (VIX, indeks yang mengukur perkiraan gejolak pasar dari harga opsi S&P 500 dan sering disebut “pengukur ketakutan”) sudah naik dari 14 menjadi di atas 19 dalam dua pekan terakhir, mencerminkan kecemasan investor yang meningkat.

    Untuk pihak yang memperkirakan pergerakan harga minyak besar tetapi belum yakin arahnya, strategi long strangle dapat digunakan. Long strangle adalah membeli call option dan put option yang out-of-the-money (harga strike berada di atas harga pasar untuk call, dan di bawah harga pasar untuk put), sehingga berpotensi untung jika harga bergerak tajam naik atau turun. Implied volatility (perkiraan volatilitas yang tersirat dari harga opsi, mencerminkan ekspektasi pasar atas gejolak ke depan) pada opsi WTI sudah naik ke 42%, menandakan pasar bersiap menghadapi pergerakan tajam setelah pertemuan Wina.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code