Ekonom UOB: BSP Mulai Perketat Kebijakan, Naikkan Suku Bunga RRP ke 4,50%, Dukung Peso Filipina dan Isyaratkan Kenaikan Lanjutan

    by VT Markets
    /
    Apr 24, 2026

    Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP) menaikkan suku bunga Target Reverse Repurchase (RRP)—yakni suku bunga kebijakan acuan untuk operasi serap likuiditas perbankan jangka pendek—menjadi 4,50% pada 23 April dan memberi sinyal masih ada kenaikan lanjutan. UOB memperkirakan suku bunga kebijakan akan mencapai 5,00% pada akhir 2026, setelah dua kali kenaikan 25 bps (basis poin; 1 bps = 0,01%) pada Juni dan kuartal III 2026.

    BSP menyatakan langkah ini bertujuan menambatkan (menjaga agar tidak naik) ekspektasi inflasi dan membatasi dampak putaran kedua (kenaikan harga lanjutan karena upah dan biaya ikut naik). BSP juga menegaskan pengetatan akan dilakukan bertahap dan bergantung pada data terbaru, sambil menjaga inflasi tetap sejalan dengan target 3,0%.

    Prospek Inflasi dan Arah Kebijakan

    BSP memproyeksikan inflasi utama (headline; inflasi keseluruhan) berada di atas batas atas 4% pada 2026 dan 2027. BSP kini memperkirakan inflasi 2026 sebesar 6,3% (dari 5,1% pada Maret; perkiraan UOB 5,5%) dan inflasi 2027 sebesar 4,3% (dari 3,8%; perkiraan UOB 3,5%).

    Inflasi inti (core; inflasi tanpa komponen bergejolak seperti pangan dan energi) juga diperkirakan naik mendekati batas 4%. Artikel tersebut mengaitkan prospek inflasi dengan ketidakpastian terkait Timur Tengah serta dukungan fiskal berkelanjutan untuk pertumbuhan (kebijakan pemerintah lewat belanja/insentif).

    BSP memulai siklus pengetatan baru dengan menaikkan suku bunga acuan menjadi 4,50% untuk menekan inflasi. Kebijakan ini ditujukan mengelola ekspektasi inflasi di tengah tekanan harga dari faktor global dan dukungan fiskal. Data terbaru dari Philippine Statistics Authority menunjukkan inflasi Maret meningkat menjadi 6,1%—tertinggi dalam tujuh bulan—yang menjaga tekanan pada bank sentral.

    Implikasi Pasar untuk Suku Bunga dan Valas

    Perubahan ini dinilai membuka peluang di pasar interest rate swap (swap suku bunga; kontrak untuk menukar pembayaran bunga tetap dan mengambang), karena kurva forward (perkiraan suku bunga ke depan yang tercermin di harga) akan terus memasukkan kemungkinan suku bunga lebih tinggi. Dengan perkiraan kenaikan 25 bps lagi pada Juni dan satu kali lagi pada kuartal III, strategi “membayar suku bunga tetap” pada swap peso (pay fixed; pihak investor membayar bunga tetap dan menerima bunga mengambang) dinilai masuk akal. Strategi ini diuntungkan bila suku bunga bergerak naik menuju 5,00% pada akhir tahun.

    Untuk pedagang mata uang, langkah BSP diperkirakan menopang peso Filipina. Imbal hasil yang lebih tinggi biasanya menarik arus modal asing, yang bisa membantu membalikkan pelemahan peso terhadap dolar. Setelah sempat menyentuh 57,80 pekan lalu, peso sudah menguat ke sekitar 57,25. Karena diperkirakan masih menguat, strategi menjual kontrak forward USD/PHP (kontrak nilai tukar berjangka) dinilai menarik.

    Situasi serupa terjadi pada 2022 dan 2023 ketika BSP agresif menaikkan suku bunga lebih dari 400 bps untuk menahan inflasi pascapandemi. Pada periode itu, peso akhirnya stabil setelah sempat tertinggal, menunjukkan pengetatan yang konsisten dapat menstabilkan mata uang. Penekanan bank sentral pada “laju bertahap” mengindikasikan pendekatan serupa, meski tidak seagresif sebelumnya.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code