Societe Generale memperkirakan suku bunga tetap, namun inflasi dan PMI Inggris yang lebih kuat dapat segera memicu perbedaan pendapat bernada lebih hawkish di BoE

    by VT Markets
    /
    Apr 24, 2026

    Inflasi Inggris dan survei dunia usaha lebih tinggi dari perkiraan, sehingga peluang munculnya suara berbeda yang lebih “ketat” (hawkish dissent: ada anggota yang ingin suku bunga lebih tinggi/lebih lama, berbeda dari mayoritas) pada rapat Bank of England berikutnya meningkat. Namun, perkiraan utama tetap suku bunga ditahan dan diputuskan bulat.

    PMI manufaktur (Purchasing Managers’ Index/Indeks Manajer Pembelian: survei untuk mengukur kondisi aktivitas bisnis; angka di atas 50 = ekspansi) naik ke 53,6 dari 51,0, dengan pesanan baru naik ke 52,6. PMI jasa naik ke 52,0 dari 50,5, dengan pesanan baru di 50,1.

    Sinyal Inflasi dan Survei

    Inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI: ukuran perubahan rata-rata harga barang dan jasa yang dibayar konsumen) naik menjadi 3,3% secara tahunan (year-on-year: dibanding bulan yang sama tahun lalu) pada Maret dari 3,0% pada Februari. Inflasi inti (core inflation: inflasi yang mengecualikan komponen bergejolak seperti energi dan pangan) turun tipis ke 3,1%.

    Inflasi jasa naik ke 4,5% dan inflasi barang naik ke 2,1%. Inflasi biaya di sektor jasa mencatat kenaikan bulanan terbesar sejak indeks tersebut dimulai pada Juli 1996.

    Bank of England memperkirakan perlambatan inflasi antara kuartal I (Q1) dan kuartal II (Q2) terbatas, dengan rata-rata mendekati 3%. Tingkat pengangguran turun 0,3 poin persentase menjadi 4,9%.

    Rata-rata upah tanpa bonus melambat menjadi 3,8% (basis tahunan tiga bulan: rata-rata tiga bulan terakhir dibanding tiga bulan yang sama setahun lalu) pada Februari, dari 4,1% pada Januari (setelah revisi naik). Pertumbuhan upah sektor swasta turun tipis ke 3,2% dari 3,3%.

    Risiko Rapat dan Posisi Pasar

    Perkiraan untuk rapat ini adalah suara 9–0 untuk tidak mengubah kebijakan. Ada juga proyeksi tiga kali penurunan suku bunga pada 2027.

    Rapat Bank of England mendatang membuat pelaku pasar lebih waspada karena inflasi masih bertahan di atas target 2%. Dengan Suku Bunga Acuan (Bank Rate: suku bunga utama yang ditetapkan bank sentral) saat ini 4,25%, data terbaru yang menunjukkan CPI di 2,8% berarti tekanan harga belum benar-benar mereda. Kondisi ini mirip dengan periode yang sama pada 2025, ketika inflasi 3,3% yang di luar dugaan mengacaukan harapan penurunan inflasi yang mulus.

    Periode 2025 juga diingat karena PMI yang kuat dan lonjakan biaya sektor jasa mendorong spekulasi soal perbedaan sikap yang lebih ketat. Pembacaan PMI jasa hari ini di 51,5 tergolong solid. Riwayat itu mengisyaratkan pasar opsi (options market: pasar untuk kontrak yang memberi hak, bukan kewajiban, membeli/menjual aset pada harga tertentu) bisa meremehkan risiko komentar atau keputusan yang lebih ketat. Nada yang mengisyaratkan penundaan penurunan suku bunga lanjutan dapat memicu volatilitas besar pada futures suku bunga jangka pendek (kontrak berjangka: perjanjian membeli/menjual di masa depan; dipakai untuk lindung nilai/spekulasi).

    Perbedaan utama dibanding 2025 adalah data pertumbuhan upah saat ini, yang berada sekitar 4,5% menurut rilis terbaru Office for National Statistics (ONS: lembaga statistik resmi Inggris). Meski turun dari puncaknya, angka ini masih jauh di atas inflasi saat ini, sehingga menyulitkan Komite Kebijakan Moneter (MPC: tim penentu kebijakan suku bunga dan program moneter). Pertumbuhan upah riil yang bertahan (real wage growth: upah yang disesuaikan inflasi, mencerminkan daya beli) melemahkan alasan untuk penurunan suku bunga cepat yang sebelumnya banyak diperkirakan pada paruh kedua tahun ini.

    Ini membuka peluang strategi dengan opsi jangka sangat pendek (short-dated options: opsi dengan jatuh tempo dekat) pada poundsterling. Sikap bank sentral yang lebih tegas dari perkiraan bisa memicu lonjakan singkat GBP/USD (nilai tukar pound terhadap dolar AS), mirip pola dorongan cepat setelah penahanan suku bunga yang ketat pada 2025. Ini memungkinkan posisi untuk memanfaatkan lonjakan tersebut, lalu bersiap pada pelemahan berikutnya ketika pasar kembali fokus pada siklus penurunan suku bunga yang pada akhirnya akan terjadi.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code