Data CFTC menunjukkan posisi neto yen non-komersial Jepang turun ke -94,5 ribu, dari -83,2 ribu sebelumnya

    by VT Markets
    /
    Apr 25, 2026

    Data CFTC Jepang menunjukkan posisi bersih (net position) non-komersial pada JPY semakin masuk ke wilayah negatif.

    Posisi bersih turun menjadi ¥-94,5 ribu dari ¥-83,2 ribu pada laporan sebelumnya.

    Posisi Spekulatif Semakin Bearish

    Posisi bersih spekulatif yang “short” (bertaruh yen melemah) terhadap yen Jepang makin dalam dan menjadi yang paling negatif dalam beberapa bulan. Ini menunjukkan keyakinan kuat pelaku pasar bahwa yen berpotensi terus melemah. Pergerakan saat ini jelas mendukung USD/JPY yang lebih tinggi (artinya dolar AS menguat terhadap yen).

    Pendorong utama sentimen ini adalah selisih suku bunga (interest rate differential) yang lebar antara AS dan Jepang. Data inflasi AS terbaru, dengan inflasi inti (core CPI: inflasi yang biasanya tidak memasukkan harga makanan dan energi karena lebih mudah bergejolak) sekitar 3,2%, mengisyaratkan The Fed kemungkinan mempertahankan kebijakan ketat (restrictive stance: suku bunga tinggi untuk menahan inflasi). Sementara itu, Bank of Japan (BoJ) baru memberi sinyal perubahan yang sangat bertahap dari kebijakan super longgar (ultra-loose policy: suku bunga sangat rendah dan dukungan likuiditas besar). Perbedaan kebijakan ini terus mendorong carry trade (strategi meminjam mata uang berbunga rendah seperti yen untuk membeli aset/mata uang berbunga lebih tinggi).

    Bagi trader derivatif (instrumen turunan seperti opsi), ini berarti bias tetap bullish pada USD/JPY. Salah satu cara adalah membeli opsi call USD/JPY (hak untuk membeli pada harga tertentu) atau memakai bull call spread (strategi opsi: membeli call dan menjual call lain di level lebih tinggi untuk menekan biaya). Strategi ini memberi risiko terukur (defined-risk: kerugian maksimum terbatas pada premi/biaya) untuk memanfaatkan potensi pelemahan yen.

    Namun, tingkat posisi short ini mulai ekstrem, mirip kondisi awal 2024. Saat itu, posisi short spekulatif mencapai level tertinggi dalam 17 tahun sebelum otoritas Jepang melakukan intervensi (masuk ke pasar valuta asing untuk menahan pergerakan) ketika USD/JPY menembus 160. Dengan pasangan ini kembali mendekati area serupa, risiko intervensi meningkat.

    Karena posisi pasar sudah “padat” (crowded trade: terlalu banyak pelaku mengambil posisi yang sama), pembalikan arah mendadak bisa sangat tajam.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code