Selama sesi Asia, EUR/USD pulih mendekati 1,1730, ditopang EMA 20 hari saat dolar AS melemah

    by VT Markets
    /
    Apr 27, 2026

    EUR/USD memangkas penurunan awal dan diperdagangkan sedikit lebih tinggi di dekat 1,1730 pada sesi Asia hari Senin. Pergerakan ini terjadi setelah Dolar AS melemah, dengan Indeks Dolar AS (DXY—ukuran kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama) turun 0,06% ke sekitar 98,45.

    DXY dibuka di sekitar 99,35 setelah AS membatalkan kunjungan ke Islamabad untuk pembicaraan perdamaian Iran. Pembatalan terjadi saat Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengunjungi Pakistan untuk melanjutkan pembahasan.

    Perkembangan Geopolitik dan Dampaknya ke Pasar

    Iran menyampaikan proposal kepada AS untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, menurut Axios yang dikutip Bloomberg. Proposal itu mencakup penundaan pembicaraan nuklir sampai blokade AS atas Selat Hormuz dicabut, di tengah konflik yang hampir berlangsung dua bulan.

    Pergerakan harga yang naik-turun tajam (volatilitas) diperkirakan meningkat pekan ini karena Federal Reserve (bank sentral AS) dan Bank Sentral Eropa (ECB) mengumumkan kebijakan pada Rabu dan Kamis. EUR/USD bertahan di atas EMA 20 hari (rata-rata pergerakan eksponensial 20 hari—indikator tren yang memberi bobot lebih besar pada harga terbaru) di 1,1696, dengan RSI (Relative Strength Index—indikator momentum untuk melihat kuat-lemahnya dorongan beli/jual) di 54,9.

    Area hambatan (resistance—level yang sering menahan kenaikan) berada di 1,1749, lalu 1,1828, 1,1941, dan dekat 1,2085. Area penopang (support—level yang sering menahan penurunan) mencakup 1,1696, 1,1670, 1,1572, dan sekitar 1,1413.

    Bank Sentral dan Perbedaan Arah Kebijakan

    Rapat The Fed dan ECB pekan ini menjadi fokus utama pasar. Namun, data ekonomi kini berbeda; laporan terbaru menunjukkan inflasi AS bertahan di 2,8%, sementara inflasi Zona Euro melambat ke 2,1%. Perbedaan ini mengindikasikan The Fed punya alasan lebih kuat untuk mempertahankan kebijakan ketat (restrictive policy—suku bunga tinggi/likuiditas ketat untuk menekan inflasi) dibanding ECB.

    Dengan perbedaan kebijakan tersebut, strategi yang dipertimbangkan adalah membeli opsi put EUR/USD (opsi jual—kontrak yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk menjual pada harga tertentu) dengan strike di sekitar 1,0800 untuk mengantisipasi potensi penurunan. Opsi ini memberi eksposur ke arah turun bila The Fed memberi sinyal lebih hawkish (lebih condong menaikkan/menahan suku bunga tinggi) dari perkiraan. Jika menembus level ini, peluang terbuka untuk turun menuju level terendah tahun ini di 1,0720.

    Volatilitas diperkirakan naik tajam saat pengumuman, dan Cboe EuroCurrency Volatility Index (indeks volatilitas—menggambarkan ekspektasi pasar atas besarnya pergerakan) sudah naik ke 8,2. Untuk pelaku pasar yang memperkirakan pergerakan besar tetapi belum yakin arahnya, strategi long straddle (membeli opsi call dan put sekaligus pada strike dan jatuh tempo yang sama) bisa digunakan. Strategi ini berpotensi untung jika harga bergerak besar, baik naik maupun turun.

    Pelajaran dari 2025 menunjukkan pasar bisa berbalik cepat hanya karena satu berita. Karena itu, posisi beli sebaiknya dilindungi dengan stop-loss (perintah otomatis untuk membatasi rugi) di bawah support terdekat 1,0820. Intinya, kelola risiko dengan ketat karena kejutan dari salah satu bank sentral dapat mengalahkan sinyal teknikal.

    Buka akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code