Perak (XAG/USD) naik untuk hari kedua, diperdagangkan di sekitar $76,00 per ons troy (satuan standar logam mulia, sekitar 31,1 gram) pada sesi Asia hari Senin. Permintaan naik karena pembelian aset aman (safe haven, yaitu aset yang dicari saat risiko meningkat) menguat setelah pembicaraan AS–Iran mandek.
Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana pengiriman delegasi ke Pakistan, yang menjadi mediator pembicaraan dengan Iran. Trump meminta Jared Kushner dan Steve Witkoff tidak bepergian, mengatakan Iran “menawarkan banyak, tetapi belum cukup”.
Ketegangan Geopolitik Dorong Permintaan Aset Aman
Trump berkata, “Jika mereka ingin bicara, mereka bisa datang ke kami, atau mereka bisa menelepon kami.” Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Iran tidak akan masuk ke “negosiasi yang dipaksakan di bawah ancaman atau blokade.”
Lalu lintas melalui jalur perairan strategis masih banyak dibatasi karena kontrol Iran dan blokade angkatan laut AS. Hal ini menopang harga minyak mentah dan meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan.
Harga energi yang lebih tinggi dapat menambah tekanan inflasi (kenaikan harga umum) dan membuat bank sentral tetap berhati-hati, sehingga bisa membatasi kenaikan perak yang tidak memberikan bunga/imbal hasil (non-interest-bearing, aset yang tidak menghasilkan kupon atau bunga). Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) diperkirakan menahan suku bunga pada rapat April, dengan penurunan bertahap diperkirakan terjadi di bawah Ketua baru Kevin Warsh.
Dengan perak di sekitar $76,00, pasar menghadapi tarik-menarik antara ketakutan geopolitik dan kebijakan moneter (kebijakan suku bunga dan likuiditas). Mandeknya pembicaraan AS-Iran memberi dukungan kuat sebagai aset aman. Namun lonjakan harga energi menjadi penghambat karena memicu kekhawatiran The Fed akan bersikap lebih ketat.
Prospek terdekat mengarah ke volatilitas tinggi (harga mudah berayun besar), sehingga strategi yang diuntungkan dari lonjakan volatilitas seperti straddle pada opsi perak (membeli opsi beli/call dan opsi jual/put pada harga dan jatuh tempo yang sama) dinilai menarik. Situasi serupa terjadi pada awal 2022 saat konflik Ukraina mendorong logam mulia melonjak lebih dari 10% dalam beberapa pekan. Indeks Volatilitas Perak CBOE (VXSLV, ukuran perkiraan gejolak harga dari pasar opsi) kini berada di atas 35, level yang tidak terlihat sejak periode itu, menandakan pelaku pasar memperhitungkan pergerakan harga besar.
Posisi Pasar dan Risiko The Fed
Bagi yang bertaruh eskalasi berlanjut, membeli opsi call pada kontrak futures Juli menawarkan potensi kenaikan dengan leverage (keuntungan/rugi menjadi lebih besar relatif modal) namun risiko terbatas pada premi (biaya) opsi. Gagalnya pembicaraan atau pembatasan tambahan di jalur perairan strategis dapat mendorong perak menuju $80. Open interest (jumlah kontrak opsi yang masih terbuka) pada call out-of-the-money (opsi beli dengan harga pelaksanaan di atas harga pasar saat ini) melonjak hampir 40% dalam sepekan terakhir, menandakan minat transaksi ini meningkat.
Sebaliknya, rapat The Fed menjadi risiko besar, dan membeli opsi put bisa menjadi lindung nilai (hedge, perlindungan dari kerugian) terhadap penurunan tajam. Siklus kenaikan suku bunga 2022–2023 menunjukkan bagaimana The Fed yang hawkish (cenderung mendukung suku bunga lebih tinggi untuk menekan inflasi) dapat menekan aset tanpa imbal hasil, bahkan saat inflasi tinggi. Jika Ketua baru Warsh memberi sinyal sikap tegas terhadap inflasi yang didorong energi, posisi spekulatif beli (long, bertaruh harga naik) bisa cepat dibongkar.
Fokus utama adalah memantau pernyataan dari Washington dan Teheran, karena tanda meredanya ketegangan dapat memicu aksi jual tajam. Laporan Commitment of Traders (COT, laporan reguler tentang posisi pelaku pasar di kontrak berjangka) terbaru menunjukkan “managed money” (dana/manager investasi spekulatif seperti hedge fund) memegang posisi net-long (selisih posisi beli lebih besar daripada posisi jual) terbesar di perak dalam lebih dari dua tahun. Ini membuat pasar rentan berbalik mendadak jika premi risiko geopolitik hilang sebelum rapat The Fed.