Investor mencermati keuntungan geopolitik saat dolar melemah, sementara harga minyak dan suku bunga tinggi mempertahankan risiko

    by VT Markets
    /
    Apr 27, 2026

    Dolar AS memulai pekan dengan sedikit melemah setelah kabar geopolitik dan politik yang lebih positif. Harga minyak yang tinggi dan suku bunga tinggi tetap menjadi faktor risiko utama.

    Federal Reserve (The Fed/bank sentral AS) dinilai kecil kemungkinan menyatakan inflasi sudah terkendali. Kenaikan harga energi, inflasi yang lebih tinggi, serta konsumsi dan lapangan kerja yang tetap kuat disebut menjadi alasan The Fed bergerak hati-hati.

    Dukungan Dolar dari Sikap Hati-hati The Fed

    Pasar saham disebut berada di level tertinggi, sementara The Fed dipandang lebih mungkin memperingatkan suku bunga bisa bertahan lebih lama tanpa perubahan. Sikap ini dikaitkan dengan dukungan tipis bagi dolar.

    Indeks Dolar AS (US Dollar Index/DXY, ukuran kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama) dilaporkan berada di sekitar 98,50, dengan pergerakan yang diperkirakan terbatas pada Senin yang sepi agenda. DXY juga disebut melemah karena berita terkait Iran, sementara harga minyak digambarkan tetap tinggi.

    Melihat sikap The Fed yang tetap hati-hati, dukungan terhadap dolar AS berpotensi berlanjut. Dengan DXY di sekitar 98,50, The Fed kecil kemungkinan memberi sinyal “aman” soal inflasi, apalagi ekonomi masih kuat. Kondisi ini membuat posisi bertaruh melemah terhadap dolar menjadi berisiko dalam jangka sangat dekat.

    Untuk memperkuat pandangan ini, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI, patokan harga minyak AS) bertahan di atas US$95 per barel sepanjang awal 2026. Selain itu, laporan Non-Farm Payrolls (NFP, data bulanan penambahan pekerjaan di luar sektor pertanian) untuk Maret 2026 menunjukkan kenaikan kuat 265.000 pekerjaan, mempertegas alasan The Fed mempertahankan kebijakan ketat (suku bunga tetap tinggi untuk menekan inflasi). Data yang tetap kuat ini membuat perubahan sikap menjadi lebih lunak (dovish, yaitu condong mendukung penurunan suku bunga) menjadi kecil kemungkinan dalam waktu dekat.

    Pelajaran Kebijakan Masih Membentuk Keputusan The Fed

    Keraguan The Fed saat ini banyak dipengaruhi kesalahan kebijakan pada 2022. Dari sudut pandang 2026, saat itu bank sentral dianggap terlambat merespons inflasi, sehingga kemudian terpaksa menaikkan suku bunga secara agresif. Ingatan ini mendorong pejabat The Fed cenderung menahan suku bunga lebih lama agar inflasi benar-benar turun.

    Bagi pelaku pasar, situasi ini membuka peluang strategi “menjual perlindungan penurunan” pada dolar. Misalnya, menjual opsi jual (put option, kontrak yang memberi hak menjual di harga tertentu) yang berada jauh di bawah harga pasar saat ini (out-of-the-money, harga kesepakatan lebih rendah dari harga pasar) pada DXY atau pasangan mata uang yang berfokus pada dolar seperti USD/JPY. Strategi ini membuat trader menerima premi (fee dari penjual opsi) dengan asumsi sikap The Fed akan menahan pelemahan dolar yang besar. Risiko opsi bersifat terukur (kerugian maksimal bisa dihitung sejak awal), sehingga cara ini menarik untuk pandangan netral hingga cenderung positif pada mata uang.

    Pendekatan lain adalah memperdagangkan ekspektasi turunnya volatilitas suku bunga (naik-turun harga/imbal hasil yang makin kecil). Sinyal The Fed “tetap lebih lama” sering membuat pasar suku bunga bergerak mendatar (konsolidasi), seperti yang terlihat pada sebagian 2025. Ini bisa membuat strategi menjual volatilitas pada futures suku bunga (kontrak berjangka suku bunga), misalnya posisi short straddle (menjual call dan put di strike yang sama untuk mendapat premi) pada kontrak SOFR (Secured Overnight Financing Rate, suku bunga acuan berbasis transaksi untuk pinjaman semalam dengan jaminan surat berharga pemerintah AS), menjadi menarik dalam beberapa pekan ke depan.

    Namun, risiko geopolitik tetap perlu dicermati, termasuk meredanya ketegangan di Timur Tengah. Perbaikan tiba-tiba pada sentimen risiko global (risk-on, pelaku pasar lebih berani mengambil aset berisiko) bisa menekan dolar, sehingga posisi sebaiknya dilindungi (hedging, mengurangi risiko dengan posisi tandingan). Trader dapat mempertimbangkan membeli opsi put berharga murah yang jauh di bawah harga pasar (far out-of-the-money) pada DXY untuk berjaga-jaga jika The Fed mendadak melunak atau terjadi lonjakan risk-on besar.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code