Minyak mentah WTI diperdagangkan di kisaran US$98, naik 3,21%, seiring berlanjutnya penutupan Selat Hormuz yang meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan, menyentuh level tertinggi sejak April

    by VT Markets
    /
    Apr 29, 2026

    WTI diperdagangkan dekat $98,00 pada Selasa, naik 3,21% pada hari itu dan berada di level tertinggi sejak pertengahan April. Kenaikan ini terjadi setelah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah karena pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran masih buntu.

    Reuters melaporkan Presiden AS Donald Trump menilai proposal perdamaian dari Teheran tidak memadai, karena tidak ada komitmen yang jelas terkait program nuklir Iran (program pengembangan teknologi nuklir, yang dikhawatirkan dapat dipakai untuk tujuan militer). Kebuntuan ini memperpanjang penutupan Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak global.

    Ketegangan Timur Tengah Dorong Harga Minyak

    Gangguan pasokan ini menopang harga minyak mentah dan mendorong WTI mendekati $100. Brent juga naik, menandakan kondisi pasar energi yang makin ketat.

    Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan penutupan yang berkepanjangan dapat memicu krisis pangan global. Citibank memproyeksikan Brent bisa mencapai $150 per barel jika Selat Hormuz tetap ditutup hingga akhir Juni.

    Pengaturan Pasar pada 2026

    Kini, pada 29 April 2026, pasar menghadapi tekanan yang berbeda, kali ini dari permintaan yang kuat, bukan gangguan pasokan besar. Data terbaru menunjukkan impor minyak mentah China pada kuartal I 2026 melonjak 9,5% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy, yaitu perbandingan tahunan), jauh melampaui perkiraan analis. Permintaan yang tak terduga ini, ditambah OPEC+ yang tetap disiplin menahan produksi (menjaga pasokan agar tidak berlebihan), menciptakan kembali kondisi pasar yang ketat.

    Dengan mengingat lonjakan harga cepat pada 2025, pelaku pasar dapat mempertimbangkan posisi untuk mengantisipasi risiko kenaikan dalam beberapa pekan ke depan. Membeli opsi beli (call option, hak untuk membeli aset pada harga tertentu) “out-of-the-money” (harga kesepakatan/strike lebih tinggi dari harga pasar saat ini) pada WTI, seperti kontrak Juli 2026 strike $105 atau $110, memberi cara berisiko terukur untuk menangkap potensi lonjakan. Volatilitas yang rendah di awal 2026 (ukuran seberapa besar harga naik-turun) membuat opsi ini relatif lebih murah dibanding saat krisis Hormuz.

    Untuk pandangan yang lebih hati-hati, strategi bull call spread (membeli call lalu menjual call lain dengan strike lebih tinggi untuk menekan biaya) dapat menjadi pilihan yang lebih bijak. Dengan menjual call strike lebih tinggi terhadap call yang dibeli, trader bisa mengurangi biaya awal dan tetap berpeluang untung dari kenaikan moderat harga minyak. Strategi ini memberi rasio risiko-imbal hasil yang menarik jika WTI naik perlahan menuju $100 tetapi tidak mengalami reli tajam seperti 2025.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code