Selama perdagangan Asia, GBP/USD naik tipis mendekati 1,3520, berpotensi mendekati level tertinggi dua bulan setelah penurunan kecil

    by VT Markets
    /
    Apr 29, 2026

    GBP/USD naik tipis dalam perdagangan Asia pada Rabu, mendekati 1,3520, setelah mencatat penurunan kecil sehari sebelumnya. Pada grafik harian, posisinya berada di dekat batas bawah *ascending channel* (saluran naik, yaitu harga bergerak dalam dua garis tren yang menanjak). Kondisi ini bisa menandakan risiko pembalikan turun (*bearish reversal*, yaitu potensi harga berbalik melemah).

    Pasangan ini masih bergerak di atas *Exponential Moving Average* (EMA, rata-rata pergerakan yang memberi bobot lebih besar pada harga terbaru) 9 hari dan EMA 50 hari. *Relative Strength Index* (RSI, indikator untuk mengukur kekuatan dorongan naik/turun) 14 hari berada di sekitar 56, yang menunjukkan momentum naik masih ada dan belum terlalu panas.

    Gambaran Teknikal Dan Arah Jangka Pendek

    Pada Selasa, GBP/USD turun 0,12% dan ditutup dekat 1,3520, tetap berada dalam zona konsolidasi (bergerak mendatar dalam rentang sempit) di sekitar 1,3500. Pasangan ini bergerak sekitar 115 *pip* (satuan perubahan kecil pada harga pasangan mata uang) antara 1,3465 dan 1,3580, dengan kenaikan awal yang memudar sebelum terjadi pemantulan menjelang penutupan dari area terendah.

    Pasar menyoroti keputusan Bank of England pada Kamis pukul 11:00 UTC. *Bank Rate* (suku bunga acuan) diperkirakan tetap di 3,75%, dengan perkiraan suara MPC (komite penentu kebijakan suku bunga) 8-1-0 dibanding sebelumnya 9-0-0 untuk menahan suku bunga (angka menunjukkan yang memilih tahan/naik/turun).

    *Monetary Policy Report* (laporan resmi proyeksi ekonomi dan kebijakan) dan konferensi pers Gubernur Bailey dijadwalkan pukul 11:30 UTC. Pidato anggota MPC, Pill, dijadwalkan pada Jumat pukul 11:15 UTC.

    Perbedaan Kebijakan Dan Dampaknya Untuk Perdagangan

    Pendorong utama perubahan ini adalah perbedaan arah kebijakan bank sentral pada akhir 2025 hingga awal 2026. Meski Bank of England sempat menaikkan suku bunga lebih lanjut, belakangan bank sentral mulai memasuki siklus pelonggaran (fase penurunan suku bunga untuk mendorong ekonomi), memangkas *Bank Rate* ke 5,25% untuk menopang ekonomi yang lesu. Sebaliknya, bank sentral AS, Federal Reserve, mempertahankan suku bunganya di 5,00%, karena data ekonomi AS dinilai lebih kuat sehingga belum terburu-buru memangkas suku bunga.

    Data terbaru dari Office for National Statistics menunjukkan inflasi Inggris kini 2,8%, turun dari puncaknya tetapi masih di atas target 2%. Hal ini memicu ketidakpastian karena pasar kini memperkirakan setidaknya dua kali lagi pemangkasan suku bunga BoE hingga akhir tahun. Ekspektasi ini menekan pound dan mengindikasikan kecenderungan pergerakan lebih mudah ke bawah.

    Untuk beberapa pekan ke depan, pelaku pasar dapat mempertimbangkan posisi yang mengantisipasi pelemahan pound terhadap dolar. Membeli opsi jual (*put option*, kontrak yang nilainya naik saat harga aset turun) pada GBP/USD memberi cara langsung untuk mendapat untung dari penurunan, terutama menjelang rapat BoE berikutnya pada Mei. Strategi seperti *bear put spread* (membeli opsi jual dan sekaligus menjual opsi jual lain pada harga kesepakatan berbeda untuk menekan biaya di awal, dengan risiko dan potensi hasil yang terukur) juga bisa digunakan untuk menurunkan biaya awal sambil membatasi risiko di kondisi pasar yang mudah bergejolak.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code