Tim Strategi Global TD Securities memperkirakan Federal Reserve (bank sentral AS) akan mempertahankan suku bunga kebijakan di 3,50–3,75% pada rapat FOMC (Komite Pasar Terbuka Federal) bulan April. Mereka menilai pasar tenaga kerja yang seimbang serta kenaikan inflasi utama (headline inflation, yaitu inflasi total yang mencakup energi dan pangan) terkait guncangan minyak menjadi alasan utamanya.
Tim tersebut memperkirakan Komite akan mengulangi sikap “sabar” karena ketidakpastian masih tinggi. Mereka juga memperkirakan Ketua The Fed Jerome Powell tetap mengambil sikap netral soal arah kebijakan berikutnya.
Expected Market Reaction
TD Securities menyebut pergerakan suku bunga pasar kemungkinan hanya terbatas sebagai respons langsung atas keputusan The Fed. Namun, suku bunga bisa terus bergerak mengikuti berita dari Timur Tengah.
Catatan itu menyebut Komite Perbankan Senat akan melakukan pemungutan suara atas nominasi Kevin Warsh pada pukul 10.00 EST. Mereka menambahkan, pasar akan mencermati konferensi pers The Fed untuk komentar terkait suksesi Powell, karena rapat ini bisa menjadi rapat terakhirnya sebagai ketua.
Artikel tersebut menyebut dibuat dengan bantuan alat AI dan ditinjau editor.
Inflation And Labor Market Crosscurrents
Guncangan minyak yang disebut tahun lalu hanya awal, karena inflasi inti (core inflation, yakni inflasi yang mengabaikan komponen bergejolak seperti energi dan pangan untuk melihat tren dasar) tetap tinggi hingga akhir 2025 dan berlanjut השנה ini. Inflasi inti CPI (Consumer Price Index/Indeks Harga Konsumen) sempat bertahan di sekitar 3,8% selama berbulan-bulan, level yang menurut sinyal Ketua The Fed baru “tidak dapat diterima” sebagai dasar untuk mempertimbangkan penurunan suku bunga. Kondisi ini membuat pelaku pasar perlu berhati-hati memasang harga untuk perubahan sikap menjadi lebih longgar (dovish pivot, yaitu pergeseran kebijakan menuju penurunan suku bunga) dalam waktu dekat.
Berbeda dengan pasar tenaga kerja yang seimbang pada awal 2025, kini muncul tanda pelambatan yang jelas. Data non-farm payrolls (NFP, laporan pertambahan pekerjaan di luar sektor pertanian) terbaru berada di bawah perkiraan, dan tingkat pengangguran naik ke 4,1% dari level di bawah 4% yang konsisten terlihat tahun lalu. Dinamika ini menambah ketidakpastian karena The Fed menekan inflasi saat kondisi ketenagakerjaan melemah.
Situasi ini mengarah pada volatilitas (gejolak harga) yang lebih tinggi dalam beberapa pekan ke depan. Dengan The Fed terjepit antara inflasi yang sulit turun dan perlambatan pasar kerja, volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan volatilitas yang tercermin dari harga opsi) pada opsi suku bunga—misalnya opsi atas kontrak berjangka SOFR (Secured Overnight Financing Rate, suku bunga acuan berbasis transaksi pinjaman berjaminan semalam)—berpotensi meningkat. Indeks VIX (ukuran volatilitas tersirat pasar saham AS yang sering disebut “indeks ketakutan”) sudah bergerak stabil di kisaran belasan atas, lebih tinggi dibanding periode yang lebih tenang pada musim semi 2025.
Pergantian kepemimpinan di The Fed memunculkan kecenderungan lebih hawkish (lebih ketat, cenderung menahan/menaikkan suku bunga untuk melawan inflasi) dibanding rapat-rapat terakhir Powell. Pelaku pasar dapat mempertimbangkan strategi yang diuntungkan dari kurva imbal hasil (yield curve, hubungan imbal hasil obligasi berdasarkan tenor) yang datar atau terbalik, karena tenor pendek tetap “terkunci” oleh ketegasan The Fed. Sinyal pelonggaran dari Ketua baru dapat memicu penyesuaian harga besar, tetapi untuk saat ini arah yang paling mungkin adalah suku bunga tetap tinggi lebih lama (higher-for-longer).
Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.