Strategis Rabobank Bas van Geffen: Brent Tembus US$112 saat Selat Hormuz Tetap Tertutup dan Pembicaraan AS-Iran Mandek

    by VT Markets
    /
    Apr 29, 2026

    Brent berjangka naik di atas US$112 per barel setelah laporan bahwa Presiden AS Donald Trump menolak usulan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Sumber CNN mengatakan Iran diperkirakan akan mengajukan usulan yang direvisi dalam beberapa hari ke depan.

    Perundingan Iran dan AS masih buntu, sementara Selat Hormuz tetap ditutup. Laporan itu menyebut peluang operasi militer yang cepat mengakhiri kebuntuan menurun.

    Pergeseran Penetapan Harga Pasar

    Dengan penutupan berlanjut, harga kontrak berjangka makin mendekati harga minyak fisik (harga spot, yaitu harga untuk pengiriman nyata). Keseimbangan pasokan dan permintaan jangka pendek disebut tidak berubah selama perang dengan Iran berlanjut dan Hormuz tetap tertutup.

    Laporan itu menambahkan kenaikan produksi minyak UEA baru dibahas setelah perang berakhir dan selat dibuka kembali.

    Sinyal Perdagangan yang Perlu Dipantau

    Pelaku pasar derivatif (instrumen turunan seperti kontrak berjangka dan opsi) perlu memantau kontrak berjangka bulan terdepan (front-month, kontrak dengan jatuh tempo paling dekat) untuk melihat apakah muncul premi dibanding bulan-bulan berikutnya. Kondisi ini disebut backwardation, yaitu saat harga kontrak jatuh tempo dekat lebih mahal daripada jatuh tempo lebih jauh—biasanya menandakan pasar kekurangan pasokan segera dan pembeli berebut minyak untuk pengiriman cepat.

    Strategi yang umum adalah membeli opsi beli (call option), yaitu hak (bukan kewajiban) untuk membeli aset pada harga tertentu sebelum tanggal tertentu. Cara ini bisa mendapat keuntungan bila harga melonjak, dengan risiko terbatas pada premi opsi (biaya yang dibayar di awal).

    Tahun lalu, Indeks Volatilitas Minyak Mentah CBOE (OVX) melonjak di atas 60 saat penutupan terjadi. OVX adalah ukuran perkiraan gejolak harga (volatilitas) yang tersirat dari harga opsi minyak; semakin tinggi angkanya, semakin mahal dan semakin “tegang” pasar opsi. Dengan OVX kini naik melewati 40, opsi menjadi lebih mahal, namun tetap mencerminkan pasar menilai risiko gangguan besar dalam beberapa pekan ke depan.

    Pada akhirnya, berita soal perundingan diplomatik atau manuver militer di kawasan akan menjadi pendorong utama harga. Pada kebuntuan 2025, harga bisa bergerak beberapa dolar dalam hitungan menit hanya karena laporan yang belum terkonfirmasi. Karena itu, pelaku pasar sebaiknya memprioritaskan pemantauan arus berita real-time dibanding mengandalkan laporan persediaan mingguan sampai ketegangan mereda.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code