Presiden AS Donald Trump mengatakan ia berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari yang sama dengan pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed/bank sentral AS). Ia mengatakan mereka membahas situasi Rusia–Ukraina dan hubungan AS dengan Iran.
Trump mengatakan ia menyarankan “semacam gencatan senjata” di Ukraina. Ia juga mengatakan Putin ingin membantu dan mereka membahas perang mana yang mungkin berakhir lebih dulu, dengan “jangka waktu yang mungkin mirip”.
Sinyal Geopolitik dan Sensitivitas Pasar
Terkait Iran, Trump mengatakan AS akan “melumpuhkan sisa rudal dan sistem” jika tidak ada kesepakatan. Ia tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Laporan tersebut menyebut pernyataannya tidak berdampak pada pasar keuangan saat itu. Laporan itu mengatakan pasar sedang fokus pada krisis Timur Tengah dan keputusan The Fed, menjelang pidato Ketua The Fed Jerome Powell.
Konflik di Ukraina tetap menjadi sumber risiko utama, terutama untuk pasar energi. Harga gas alam Eropa mencatat kenaikan volatilitas (besar-kecilnya perubahan harga) 12% selama sebulan terakhir, dan setiap pembicaraan soal eskalasi dapat memicu pergerakan harga tajam. Perlu dipertimbangkan pembelian call option (hak untuk membeli pada harga tertentu) pada ETF energi (reksa dana yang diperdagangkan di bursa) sebagai lindung nilai (hedging/perlindungan) terhadap gangguan pasokan mendadak menjelang musim panas.
Kebijakan The Fed dan Posisi Suku Bunga
Ketegangan di Timur Tengah juga menjadi penopang harga minyak, dengan Brent bertahan kuat di atas US$90 per barel. Latihan angkatan laut terbaru di Selat Hormuz membuat premi asuransi pengiriman tetap tinggi, biaya yang langsung masuk ke angka inflasi. Kami melihat pelaku pasar semakin memakai opsi (kontrak hak beli/jual) atas kontrak berjangka (futures) minyak mentah, seperti WTI, untuk memanfaatkan risiko kenaikan harga.
Untuk beberapa pekan ke depan, yang lebih krusial adalah arah kebijakan The Fed. Dengan data inflasi inti PCE (Personal Consumption Expenditures/pengeluaran konsumsi pribadi, ukuran inflasi favorit The Fed; “inti” berarti tidak memasukkan harga pangan dan energi yang bergejolak) Maret 2026 di 2,8%, pasar kini hanya memperhitungkan satu kemungkinan pemangkasan suku bunga tahun ini. Ini membuat opsi pada instrumen yang sensitif terhadap suku bunga, seperti ETF obligasi Treasury (obligasi pemerintah AS), menjadi alat penting untuk mengelola risiko durasi portofolio (durasi: ukuran seberapa peka harga obligasi terhadap perubahan suku bunga).