Pesanan konstruksi Jepang turun 14,4% secara tahunan (year on year/yoy, dibandingkan periode yang sama tahun lalu) pada Maret. Ini berbanding terbalik dengan kenaikan 42,7% yoy pada periode sebelumnya.
Angka terbaru ini menunjukkan perubahan dari ekspansi (pertumbuhan) menjadi kontraksi (penyusutan) pada pesanan konstruksi. Perubahan dari 42,7% menjadi -14,4% berarti pergeseran 57,1 poin persentase.
Pesanan Konstruksi Jepang Mengisyaratkan Pembalikan Arah Tajam
Pembalikan dari lonjakan besar menjadi penurunan signifikan ini mengindikasikan ekonomi Jepang mulai tersendat. Data ini mengarah pada potensi perlambatan tajam, sehingga kami mempertimbangkan posisi jual (short, strategi mencari untung saat harga turun) pada indeks Nikkei 225. Kami akan melirik pembelian opsi jual (put options, hak untuk menjual aset pada harga tertentu) atau menjual kontrak berjangka (futures contracts, perjanjian untuk membeli/menjual aset di harga tertentu pada tanggal mendatang) dengan harapan saham Jepang melemah.
Kelemahan ini menambah tekanan pada Bank of Japan (BoJ/bank sentral Jepang) untuk menunda kenaikan suku bunga lebih lanjut. Dengan Federal Reserve AS (The Fed/bank sentral AS) kemungkinan menahan suku bunga, selisih suku bunga akan tetap menguntungkan dolar AS. Kami menilai ini memperkuat alasan untuk opsi beli (call options, hak untuk membeli aset pada harga tertentu) pada USD/JPY, dengan target tembus di atas level 162,50.
Data konstruksi yang negatif ini bukan satu-satunya sinyal. Pekan ini, data awal produksi industri Jepang untuk Maret juga menunjukkan kontraksi mengejutkan 2,1% secara bulanan (month on month/mom, dibandingkan bulan sebelumnya). Dua sektor penting sama-sama melemah menandakan masalah ekonomi yang lebih luas, yang mungkin belum sepenuhnya diperhitungkan pasar.
Lonjakan 42,7% pada bulan sebelumnya terutama didorong proyek stimulus pemerintah yang dimulai pada akhir 2025. Fakta bahwa dampak ini bukan hanya memudar, tetapi berbalik turun tajam menunjukkan lemahnya permintaan dari sektor swasta. Pola ini mengingatkan pada stimulus di dekade terakhir yang efeknya cenderung sementara.
Volatilitas Lebih Tinggi Berpotensi Muncul pada Opsi Nikkei
Ayunan besar pada indikator ekonomi utama meningkatkan ketidakpastian, yang biasanya memicu volatilitas pasar (naik-turun harga yang lebih tajam). Volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan volatilitas yang tercermin dari harga opsi) pada opsi Nikkei 225 berpotensi naik dari level rendah saat ini sekitar 16%. Kami menilai membeli straddle (membeli opsi call dan put sekaligus pada harga strike yang sama) atau strangle (membeli opsi call dan put dengan strike berbeda) bisa menjadi cara yang lebih aman untuk memanfaatkan potensi kenaikan volatilitas ini.