Pada perdagangan Eropa, XAG/USD menguat 1,5% ke sekitar US$72,35, memantul dari level terendah tiga pekan di US$70,86

    by VT Markets
    /
    Apr 30, 2026

    Perak naik 1,5% ke sekitar US$72,35 pada perdagangan Eropa Kamis, setelah menyentuh level terendah tiga pekan di US$70,86 pada Rabu. Arah harga masih belum jelas setelah Federal Reserve (bank sentral AS) menahan suku bunga di 3,50%–3,75% dan memperingatkan risiko inflasi bisa naik.

    Jerome Powell mengatakan The Fed tetap mencermati risiko pada dua sisi mandatnya, yakni menjaga inflasi dan menjaga pasar tenaga kerja tetap kuat. Ia juga menilai lonjakan harga energi belum mencapai puncak. Tiga pejabat penentu suku bunga mendukung langkah menjauh dari “bias pelonggaran” (kecenderungan untuk menurunkan suku bunga), dengan alasan harga energi lebih tinggi dan “ekspektasi inflasi” (perkiraan publik/pasar soal inflasi ke depan) mulai tidak lagi terkendali.

    Ekspektasi pemangkasan suku bunga tahun ini melemah setelah keputusan tersebut. CME FedWatch (alat yang membaca peluang arah suku bunga dari harga kontrak berjangka Fed Funds) menunjukkan peluang satu kali pemangkasan turun menjadi 3,3% dari 18,4% pada Selasa.

    Harga minyak naik setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa blokade laut Washington terhadap Iran akan diperluas. Kenaikan harga minyak dapat mendorong ekspektasi inflasi dan membuat bank sentral makin kecil kemungkinannya menurunkan suku bunga.

    Perak masih berada di bawah EMA 20 hari (rata-rata pergerakan eksponensial 20 hari, indikator tren yang memberi bobot lebih besar pada harga terbaru) di sekitar US$75,43, dengan RSI (Relative Strength Index, indikator momentum untuk menilai kuat-lemahnya pergerakan harga) di sekitar 41. “Resistance” (area harga yang kerap menahan kenaikan) berada dekat US$75,43, dengan US$80 di atasnya, sementara penurunan lanjutan bisa mengarah ke level terendah 7 April di US$68,28.

    Gambaran permintaan juga menguat dibanding guncangan geopolitik 2025. Permintaan industri diproyeksikan The Silver Institute mencapai rekor 1,2 miliar ons tahun ini, terutama didorong investasi di sektor surya dan elektronik. Permintaan kuat ini membantu membentuk “lantai harga” (area yang cenderung menahan penurunan) yang sebelumnya lebih rapuh saat fokus pasar hanya pada sikap ketat The Fed (kebijakan menahan/menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi).

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code