Ekonom ABN AMRO Rogier Quaedvlieg mengatakan The Fed menahan suku bunga dan tetap mempertahankan bias pelonggaran yang dovish

    by VT Markets
    /
    Apr 30, 2026

    Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mempertahankan suku bunga dan tetap memasukkan bias pelonggaran dalam pernyataannya. Empat anggota berbeda pendapat (dissent), jumlah tertinggi sejak awal 1990-an.

    Teks pernyataan tidak berubah, dan beberapa anggota menginginkan panduan yang lebih jelas dua arah (two-sided guidance), yaitu sinyal yang sama-sama membuka kemungkinan suku bunga bisa naik atau turun pada keputusan berikutnya. Mayoritas mempertahankan redaksi, sehingga bias pelonggaran tetap ada.

    Prospek Jalur Suku Bunga The Fed

    ABN AMRO memperkirakan Federal Reserve menahan suku bunga acuan federal funds rate (suku bunga patokan pasar uang AS) hingga akhir tahun. Setelah itu, bank tersebut memproyeksikan pelonggaran moderat dimulai dengan pemangkasan 25 bps pada Desember (bps/basis poin: 1 bps = 0,01%, jadi 25 bps = 0,25 poin persentase).

    ABN AMRO memproyeksikan pemangkasan 25 bps lagi setiap kuartal setelah itu. Mereka memperkirakan suku bunga kebijakan mencapai kisaran 2,75–3,00% pada Juni, yang disebut berada di batas bawah level netral (neutral: tingkat suku bunga yang dinilai tidak mendorong atau menahan pertumbuhan ekonomi).

    Jerome Powell mengatakan kondisi bisa terlihat sangat berbeda pada rapat Juni.

    Posisi Menghadapi Volatilitas Juni

    Sikap hati-hati ini diperkuat data ekonomi terbaru, dengan laporan CPI Maret 2026 menunjukkan inflasi inti (core inflation: inflasi yang biasanya tidak memasukkan harga pangan dan energi yang bergejolak) masih sulit turun di 3,1%, sehingga The Fed tidak perlu buru-buru memangkas suku bunga. Sementara itu, laporan tenaga kerja terbaru menunjukkan pasar kerja mulai mendingin tetapi tetap kuat, memberi ruang bagi The Fed untuk tetap menahan suku bunga. Latar belakang sinyal yang saling bertentangan ini mendukung pandangan bahwa suku bunga tidak berubah dalam waktu dekat.

    Perhatian kini tertuju pada rapat Juni, yang disebut sebagai titik di mana prospek bisa berubah besar. Ini perlu dipandang sebagai risiko peristiwa besar (event risk: momen yang bisa memicu pergerakan harga tajam) dan mempertimbangkan membeli eksposur volatilitas (volatilitas: ukuran besar-kecilnya naik-turun harga) melalui opsi yang jatuh tempo Juli (opsi/options: kontrak yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk membeli/menjual aset pada harga tertentu). Volatilitas tersirat (implied volatility: perkiraan volatilitas yang tercermin dalam harga opsi) untuk kontrak setelah Juni tampak belum mencerminkan potensi perubahan tegas pada panduan kebijakan.

    Pola “menunggu” ini mengingatkan pada posisi pasar yang keliru saat mengantisipasi pemangkasan suku bunga pada pertengahan 2025, yang kemudian berujung pembalikan posisi besar-besaran. Melihat sejarah itu dan perpecahan di FOMC, ada peluang pada strategi kurva imbal hasil (yield curve: hubungan imbal hasil obligasi dengan tenor/jangka waktunya) yang bertaruh suku bunga bertahan lebih tinggi lebih lama dari perkiraan umum. Strategi “curve flattener” (kurva makin datar: selisih imbal hasil tenor panjang dan pendek menyempit) dengan kontrak berjangka obligasi pemerintah AS (Treasury note futures: kontrak berjangka atas obligasi Treasury tenor menengah) bisa diuntungkan jika data memaksa The Fed mempertahankan kebijakan ketat sepanjang musim panas.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code