Strategis OCBC mengatakan mata uang Asia melemah seiring lonjakan Brent, kekhawatiran inflasi, dan repricing ekspektasi The Fed yang lebih hawkish menekan sentimen

    by VT Markets
    /
    May 1, 2026

    Sebagian besar mata uang Asia melemah ketika Brent naik mendekati USD120 per barel, menambah risiko inflasi (kenaikan harga secara umum) dan mendorong pasar menilai Federal Reserve akan lebih “hawkish” (lebih ketat/agresif menaikkan suku bunga). Kekhawatiran “demand destruction” (permintaan turun karena harga terlalu mahal sehingga konsumsi melemah) juga menekan sentimen.

    Pergerakan tidak merata di kawasan. Won Korea Selatan kembali tertekan, sementara peso Filipina dan baht Thailand—yang lebih sensitif terhadap harga minyak—melanjutkan pelemahan.

    Fokus Pasokan Dan Harga Minyak

    Renminbi China bertahan lebih baik dibanding mata uang lain, meski tetap melemah terhadap dolar AS. Fokus utama tetap pada pasokan dan harga minyak.

    Ketegangan AS–Iran dikaitkan dengan pasar minyak yang lebih ketat dan risiko kenaikan harga minyak lanjutan. Ini dapat terus membebani kinerja mata uang Asia.

    Laporan menyebut ada persiapan memperpanjang blokade angkatan laut di Selat Hormuz sampai tercapai kesepakatan nuklir, sementara CNN melaporkan Iran mungkin segera mengajukan rencana revisi. Situasi disebut masih berubah-ubah, dan meredanya ketegangan serta turunnya harga minyak dapat mengurangi tekanan pelemahan mata uang Asia.

    Pola yang muncul mengingatkan pada “oil shock” (guncangan harga minyak yang mendadak) pada 2025 ketika ketegangan di Selat Hormuz meningkat. Dengan Brent saat ini bertahan di dekat USD95 per barel per 1 Mei 2026, tekanan pada mata uang Asia kembali naik. Sikap Federal Reserve yang “hawkish” (lebih ketat) juga menopang dolar, diperkuat laporan non-farm payrolls (data tenaga kerja AS di luar sektor pertanian) pekan lalu yang menunjukkan hasil lebih kuat dari perkiraan.

    Peluang Pair Trading

    Dampaknya tetap tidak merata, membuka peluang “pair trading” (strategi memperdagangkan dua pasangan mata uang sekaligus, biasanya membeli satu dan menjual yang lain untuk memanfaatkan selisih kinerja). Mata uang negara pengimpor minyak besar, seperti won Korea Selatan, terlihat tertekan, dengan USD/KRW kini menguji level 1380. Baht Thailand dan peso Filipina juga rentan jika harga minyak kembali melonjak, seperti yang terlihat tahun lalu.

    Kondisi ini membuat pelaku pasar dapat mempertimbangkan “buying volatility” (memasang posisi untuk mengambil keuntungan dari naiknya gejolak harga). “Implied volatility” (perkiraan gejolak yang tercermin dari harga opsi) pada opsi USD/THB sudah naik di atas 12% dalam sebulan terakhir, tetapi masih di bawah puncak 2025, sehingga ruang kenaikan masih ada. Strategi seperti “long straddle” (membeli opsi beli/call dan opsi jual/put pada level dan jatuh tempo yang sama untuk memanfaatkan pergerakan besar ke salah satu arah) bisa efektif bila terjadi pergerakan tajam.

    Renminbi China tidak lagi menjadi “anchor” (penopang/stabilizer) seperti sebelumnya. Meski lebih tahan dibanding mata uang regional lain, data ekspor China yang lemah menimbulkan kekhawatiran atas stabilitasnya. Ini membuat penggunaan renminbi sebagai “funding currency” (mata uang sumber pendanaan untuk meminjam/menjualnya lalu membeli aset atau mata uang lain) menjadi jauh lebih berisiko dibanding setahun lalu.

    Kami mencermati perkembangan geopolitik, karena tanda meredanya ketegangan dapat menurunkan harga minyak dan membalikkan tren dengan cepat. Trader bisa memakai opsi untuk membatasi risiko, misalnya membeli “USD call spread” (strategi opsi: membeli call dan menjual call lain di level lebih tinggi untuk membatasi biaya), pada pasangan seperti USD/PHP. Ini memberi eksposur jika mata uang terus melemah, sambil membatasi biaya (premi opsi) bila situasi tiba-tiba membaik.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code