Melanjutkan kenaikan sebelumnya di Eropa, yen melemah terhadap dolar; USD/JPY bangkit mendekati 156,55, sedikit lebih rendah

    by VT Markets
    /
    May 1, 2026

    Yen Jepang memangkas kenaikan awal terhadap Dolar AS pada awal perdagangan Amerika Utara, Jumat. USD/JPY memantul ke sekitar 156,55 setelah sempat turun ke kisaran 155,50, sehingga pasangan ini sedikit lebih rendah dibanding penutupan hari sebelumnya.

    Pergerakan tajam Yen pada awal sesi Eropa dikaitkan dengan kemungkinan aksi Jepang di pasar valuta asing (pasar pertukaran mata uang). Belum ada pengumuman resmi.

    Sinyal Intervensi yang Mungkin Terjadi

    Ekspektasi aksi tanpa pengumuman muncul setelah komentar Menteri Keuangan Satsuki Katayama pada Kamis, yang menyebut pemerintah semakin dekat mengambil langkah tegas di pasar mata uang. Kenaikan Yen sebelumnya mereda pada sisa perdagangan hari itu.

    Kenaikan USD/JPY tertahan karena Dolar AS melemah di berbagai pasar, meski masih ada ekspektasi Federal Reserve (bank sentral AS) tidak akan memangkas suku bunga tahun ini. CME FedWatch (alat berbasis pasar yang memperkirakan peluang kebijakan suku bunga The Fed dari harga kontrak futures) menempatkan peluang The Fed menahan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75% hingga akhir tahun sebesar 83,6%.

    Perhatian pasar pada Jumat beralih ke data US ISM Manufacturing PMI untuk April pukul 14:00 GMT. ISM Manufacturing PMI (indeks survei aktivitas sektor manufaktur; angka di atas 50 berarti ekspansi) diperkirakan 53,0, naik dari 52,7 pada Maret.

    Pergerakan tajam USD/JPY belakangan, yang berayun antara 155,50 dan 156,55, menunjukkan periode volatilitas tinggi (pergerakan harga yang cepat dan besar) di depan. Aksi harga seperti ini, yang dipicu dugaan intervensi Jepang, membuat posisi satu arah menjadi sangat berisiko.

    Strategi Trading Saat Volatilitas Lebih Tinggi

    Kementerian Keuangan Jepang kemudian mengonfirmasi menghabiskan sekitar ¥5,5 triliun untuk menopang yen, aksi satu hari terbesar sejak intervensi akhir 2022. Meski sempat menekan pasangan ini, tekanan utama dari selisih suku bunga (perbedaan tingkat suku bunga antarnegara yang memengaruhi arus modal dan nilai tukar) tetap kuat. Ini menegaskan otoritas siap bertindak, sehingga untuk sementara terbentuk “batas atas” yang fleksibel di sekitar 157–158.

    Dolar yang sulit menguat tajam juga menjadi faktor penting, terutama setelah ISM Manufacturing PMI AS pekan lalu lebih lemah dari perkiraan, yakni 51,5, di bawah proyeksi 53,0. Ini memperkuat pandangan bahwa meski The Fed menahan suku bunga, data ekonomi belum tentu cukup mendukung penguatan dolar. Karena itu, kenaikan USD/JPY cenderung bertahap, namun diselingi penurunan tajam.

    Dengan latar ini, membeli volatilitas melalui long straddle atau strangle pada USD/JPY bisa menjadi pendekatan yang masuk akal untuk satu bulan ke depan. Long straddle (strategi opsi membeli call dan put pada strike/harga kesepakatan yang sama) dan strangle (membeli call dan put dengan strike berbeda) memungkinkan keuntungan jika terjadi pergerakan besar ke salah satu arah, tanpa harus menebak arah lebih dulu. Opsi (kontrak derivatif yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk membeli/menjual aset pada harga tertentu) cocok untuk kondisi pasar yang mudah berayun tajam.

    Bagi yang ingin tetap punya pandangan arah, pertimbangkan debit call spread (strategi opsi membeli call lalu menjual call lain pada strike lebih tinggi; biaya bersih dibayar di awal untuk membatasi risiko). Strategi ini membatasi potensi keuntungan, tetapi membantu melindungi modal jika terjadi penurunan mendadak ketika pejabat Jepang kembali melakukan intervensi lebih agresif.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code