Selama sesi Eropa, Sterling melemah tipis terhadap mata uang utama, diperdagangkan di sekitar 1,3590 terhadap Dolar AS

    by VT Markets
    /
    May 1, 2026

    Pound Sterling melemah tipis terhadap mata uang utama lain, diperdagangkan di dekat 1,3590 terhadap Dolar AS pada sesi Eropa Jumat. Meski begitu, Sterling tetap relatif kuat karena pasar memperkirakan Bank of England (BoE) akan menaikkan suku bunga pada pertemuan-pertemuan mendatang.

    Pandangan ini muncul setelah komentar Gubernur BoE Andrew Bailey usai keputusan kebijakan Kamis. Ia menyinggung perlunya menaikkan suku bunga sebelum inflasi dari kenaikan harga energi memicu “dampak putaran kedua” (kenaikan harga yang menyebar, misalnya lewat kenaikan upah dan biaya lain, sehingga inflasi menjadi lebih sulit turun).

    Sinyal BoE dan Reaksi Pasar

    GBP/USD diperdagangkan di dekat level tertinggi lebih dari dua bulan sekitar 1,3610 pada sesi Eropa Jumat. Pasangan ini bertahan kuat setelah pengumuman kebijakan BoE pada Kamis.

    BoE menahan suku bunga acuannya di 3,75% melalui voting 8-1, sesuai perkiraan. BoE juga mengulang pernyataan bahwa suku bunga mungkin perlu dinaikkan jika kenaikan harga energi menular dan memicu dampak inflasi putaran kedua.

    Prospek Sterling dan Implikasi Perdagangan

    Dengan kondisi ini, strategi sekadar membeli opsi call GBP/USD (kontrak derivatif yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk membeli pada harga tertentu) dinilai kurang bijak. Volatilitas tersirat (perkiraan besar-kecilnya pergerakan harga yang tercermin dari harga opsi) pada pasangan ini turun dibanding puncak periode kenaikan suku bunga 2022-2023, menandakan pelaku pasar memperkirakan pergerakan lebih sempit. Kami menilai strategi menjual premi opsi (mendapatkan pendapatan dari premi), misalnya short strangle (menjual opsi call dan put sekaligus di level harga berbeda untuk mengambil untung saat harga bergerak dalam rentang), bisa efektif, dengan asumsi GBP/USD bertahan dalam kisaran tertentu di sekitar level 1,2850.

    Risiko utama terhadap pandangan ini kini lebih banyak datang dari Amerika Serikat dibanding Inggris. Data inflasi AS terbaru cenderung lebih “bandel” dari perkiraan (turunnya lebih lambat), sehingga The Fed (bank sentral AS) bisa mempertahankan sikap lebih ketat (hawkish: cenderung menaikkan/menahan suku bunga tinggi untuk menekan inflasi) dibanding BoE. Perbedaan arah kebijakan (divergensi kebijakan) antara kedua bank sentral kemungkinan akan menentukan pergerakan besar berikutnya di GBP/USD, sehingga data ekonomi AS menjadi fokus utama dalam beberapa pekan ke depan.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code