BLS Laporkan Lowongan Kerja di AS Turun ke 6,866 Juta pada Maret dari 6,922 Juta pada Februari

    by VT Markets
    /
    May 5, 2026

    Lowongan kerja di AS tercatat 6,866 juta pada Maret, turun dari revisi 6,922 juta pada Februari, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja AS (US Bureau of Labor Statistics/BLS). Angka ini di atas perkiraan pasar 6,83 juta.

    Perekrutan naik menjadi 5,6 juta dalam sebulan, sementara total pemutusan hubungan kerja secara keseluruhan relatif stabil di 5,4 juta. Pengunduran diri (quits—pekerja memilih keluar sendiri, sering dipakai sebagai indikator keyakinan pekerja) nyaris tidak berubah di 3,2 juta, dan PHK serta pemecatan (layoffs and discharges) juga nyaris tidak berubah di 1,9 juta.

    Reaksi Dolar Setelah Rilis Data

    Setelah rilis data, Indeks Dolar AS (US Dollar Index/DXY—ukuran kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama) melemah tipis ke sekitar 98,46. Pergerakan ini terjadi setelah rilis ISM Services Purchasing Managers Index (PMI Jasa ISM—survei aktivitas bisnis sektor jasa; angka lebih rendah dari perkiraan menandakan perlambatan), yang hasilnya di bawah ekspektasi.

    Fokus utama pasar saat ini adalah inflasi yang sulit turun, dengan data CPI terbaru untuk April 2026 (Consumer Price Index/Indeks Harga Konsumen—ukuran inflasi) bertahan di 3,1% secara tahunan (year-over-year/yoy—dibandingkan periode yang sama tahun lalu). Kondisi ini membuat Federal Reserve (The Fed—bank sentral AS) cenderung menahan kebijakan, memberi sinyal suku bunga akan tetap tinggi lebih lama. Karena itu, data tenaga kerja kini dilihat dari dampaknya terhadap inflasi ke depan, bukan sebagai pemicu langsung pemangkasan suku bunga.

    Bagi pelaku pasar derivatif (instrumen turunan seperti futures dan opsi), ini berarti gejolak harga (volatilitas—besar-kecilnya pergerakan harga) di pasar suku bunga tetap menjadi peluang. Pertimbangkan opsi atas kontrak berjangka SOFR (Secured Overnight Financing Rate—acuan suku bunga pasar uang AS berbasis transaksi) untuk mengambil posisi bahwa The Fed akan menahan suku bunga lebih lama dari yang kini diperkirakan pasar. Strategi seperti call spread (membeli opsi beli dan menjual opsi beli lain pada harga pelaksanaan lebih tinggi untuk membatasi biaya dan potensi untung) dapat memanfaatkan pandangan bahwa pemangkasan suku bunga tidak terjadi sampai akhir kuartal IV.

    Volatilitas Saham dan Penempatan Posisi

    Di pasar saham, CBOE Volatility Index (VIX—indeks “ketakutan” yang mencerminkan ekspektasi volatilitas S&P 500) bertahan di sekitar 17, menunjukkan ketidakpastian kebijakan masih tinggi. Kondisi ini mendukung strategi yang mengumpulkan premi (premium—imbalan yang diterima penjual opsi), seperti menjual out-of-the-money call spreads pada indeks S&P 500 (out-of-the-money—opsi yang saat ini belum menguntungkan jika dieksekusi). Posisi ini diuntungkan ketika pasar bergerak mendatar (range-bound), karena reli yang kuat cenderung sulit saat biaya pinjaman tinggi.

    Terkait DXY, pergerakannya kini lebih ditentukan oleh selisih suku bunga global (interest rate differentials—perbedaan tingkat suku bunga antarnegara) ketimbang satu data AS. Dengan Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) memberi sinyal potensi pemangkasan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan, dolar berpeluang tetap tertopang. Pertimbangkan posisi long DXY (long—bertaruh harga naik) melalui futures (kontrak berjangka) atau opsi, dengan asumsi perbedaan arah kebijakan (policy divergence—kebijakan moneter yang tidak sejalan) antara The Fed dan bank sentral utama lain berlanjut.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code