GBP/JPY Menguat Saat Pelemahan Yen Dipicu Turunnya Harga Minyak, Sementara Divergensi Suku Bunga BoE–BoJ Menopang Momentum Bullish

    by VT Markets
    /
    May 5, 2026

    GBP/JPY menguat pada Selasa ketika Yen melemah di seluruh pasar. Dukungan sebelumnya dari intervensi Tokyo memudar, dan perhatian kembali ke ketegangan di Timur Tengah. Pasangan ini diperdagangkan di sekitar 213,90, naik sekitar 0,53% pada hari itu.

    Yen tetap lemah karena kenaikan harga minyak meningkatkan kekhawatiran biaya impor Jepang. Jepang dan Inggris sama-sama mengimpor energi, namun Jepang lebih rentan karena jalur pasokan melewati Selat Hormuz.

    Selisih Suku Bunga Dorong Pergerakan

    GBP/JPY juga ditopang oleh selisih suku bunga antara Bank of England (BoE/bank sentral Inggris) dan Bank of Japan (BoJ/bank sentral Jepang). Risiko inflasi akibat kenaikan minyak memperlebar selisih ini, karena kebijakan moneter yang lebih ketat (menaikkan suku bunga atau mengurangi stimulus) biasanya menahan kenaikan harga.

    BoJ mengetatkan kebijakan secara bertahap, tetapi risiko perlambatan ekonomi karena biaya energi dapat memengaruhi arah kebijakannya. Pasar memperkirakan setidaknya dua kali kenaikan suku bunga BoE hingga akhir tahun.

    Pada grafik harian, pasangan ini masih berada di atas simple moving average (SMA/rata-rata pergerakan sederhana) 100 hari dan 200 hari, yaitu indikator tren yang menghitung rata-rata harga penutupan dalam periode tertentu. RSI (Relative Strength Index/indikator momentum untuk melihat kondisi jenuh beli-jenuh jual) berada di sekitar 50, sementara MACD (Moving Average Convergence Divergence/indikator momentum berbasis perbedaan dua rata-rata pergerakan) masih negatif.

    Area resistance (hambatan kenaikan) berada di sekitar 214, dengan support (penopang) di SMA 100 hari sekitar 212, lalu 209. SMA 200 hari berada di dekat 206.

    Inflasi dan Ekspektasi Kebijakan

    Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa. Umumnya diukur MoM (month-on-month/perubahan dibanding bulan sebelumnya) dan YoY (year-on-year/perubahan dibanding periode sama tahun lalu), dengan target bank sentral sering sekitar 2%. CPI (Consumer Price Index/indeks harga konsumen) mengukur perubahan harga, sedangkan core CPI (inflasi inti) mengecualikan makanan dan energi yang volatil; core CPI yang tinggi di atas 2% bisa mendorong kenaikan suku bunga dan dapat menopang mata uang, sementara suku bunga tinggi dapat menekan harga emas.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code