Data FXStreet menunjukkan harga emas di India naik hari ini, dengan logam mulia tersebut mencatat kenaikan secara keseluruhan

    by VT Markets
    /
    May 6, 2026

    Harga emas di India naik pada Rabu, berdasarkan data yang dihimpun FXStreet. Emas dibanderol INR 14.266,94 per gram, naik dari INR 13.975,40 pada Selasa.

    Emas naik menjadi INR 142.663,40 per 10 gram. Harga juga naik menjadi INR 166.399,80 per tola dari INR 163.006,40 sehari sebelumnya.

    Patokan Harga Emas

    Harga per troy ounce tercatat INR 443.751,70. FXStreet menghitung angka ini dengan mengonversi harga internasional menggunakan kurs USD/INR ke satuan lokal.

    Harga diperbarui setiap hari memakai kurs pasar saat publikasi. Angka ini hanya sebagai acuan, dan harga di pasar lokal bisa sedikit berbeda.

    Bank sentral adalah pemegang emas terbesar. Data World Gold Council menunjukkan bank sentral menambah 1.136 ton emas senilai sekitar US$70 miliar pada 2022, pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai.

    Emas sering bergerak berlawanan arah dengan Dolar AS dan obligasi pemerintah AS (US Treasuries, surat utang negara AS). Emas juga bisa bergerak berlawanan dengan aset berisiko (misalnya saham), serta bereaksi terhadap ketegangan geopolitik, kekhawatiran resesi, dan perubahan suku bunga.

    Prospek Penggerak Pasar

    Kenaikan emas terbaru hingga di atas INR 14.200 per gram menjadi sinyal yang perlu diperhatikan. Kenaikan ini bukan sekadar pergerakan satu hari, melainkan menunjukkan dukungan permintaan yang makin kuat. Ini berpotensi menjadi penembusan dari kisaran pergerakan harga (trading range, harga yang bergerak di rentang sempit) yang terbentuk pada awal April 2026.

    Momentum ini didukung pembelian besar oleh institusi. Pembelian bersih (net purchases, total beli dikurangi total jual) bank sentral pada 2025 disebut melampaui 1.200 ton, dan laporan kuartal I 2026 World Gold Council menunjukkan tambahan 350 ton secara global. Permintaan berkelanjutan dari sumber resmi (official sources, lembaga seperti bank sentral) dapat menjadi penopang harga (price floor, level harga bawah yang cenderung menahan penurunan).

    Hubungan berlawanan arah emas dengan Dolar AS menjadi faktor utama saat ini. Pernyataan terbaru Federal Reserve AS pada akhir April 2026 mengisyaratkan jeda kenaikan suku bunga, sehingga menekan indeks dolar (ukuran kekuatan dolar terhadap sejumlah mata uang utama) bertahan di bawah level 103. Dolar yang lebih lemah membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga permintaan meningkat.

    Inflasi yang tetap tinggi juga mendorong investor ke aset nyata (hard assets, aset berwujud/bernilai seperti emas). Data CPI global terbaru untuk April 2026 tercatat lebih tinggi dari perkiraan, yaitu 4,8%, yang menguatkan peran emas sebagai pelindung nilai (hedge, alat mengurangi risiko) terhadap pelemahan nilai mata uang.

    Dengan faktor-faktor tersebut, pelaku pasar derivatif (derivative traders, pelaku transaksi instrumen turunan) dapat mempertimbangkan strategi yang diuntungkan saat harga naik. Membeli opsi beli (call options, hak—bukan kewajiban—untuk membeli pada harga tertentu) pada kontrak berjangka emas (gold futures, kontrak untuk membeli/menjual emas pada harga dan waktu tertentu) untuk Juni dan Juli 2026 dapat memberi potensi kenaikan dengan risiko yang terukur. Trader yang lebih agresif bisa mempertimbangkan posisi beli (long positions, mengambil keuntungan saat harga naik) langsung di kontrak berjangka emas, dengan target menuju INR 15.000 per gram dalam beberapa pekan ke depan.

    see more

    Back To Top
    server

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    Segera berbual dengan pasukan kami

    Chat Langsung

    Mulakan perbualan secara langsung melalui...

    • Telegram
      hold Ditangguh
    • Akan datang...

    Hai 👋

    Bagaimana saya boleh membantu?

    telegram

    Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

    Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

    QR code